seismic

GAMA TOWER #1 Tallest building in Indonesia

Posted on

gama-tower

gama_tower_project_specific_body_3_750px_wide

( Pak Made dan Pak Marten dari TTW Indonesia, Struktur engineer yang mendesain bangunan tersebut)

Beban Gempa Untuk Pondasi Sesuai ASCE 7-16 dan IBC 2015

Posted on Updated on

Kalau membicarakan beban gempa untuk pondasi selalu menarik. Akhir – akhir ini dari referensi yang penulis baca terutama dari ASCE 7-16 dan NEHRP 2015, yang membuat penulis cukup kaget adalah “lebih dijelaskannya” oleh ASCE 7-16 bahwa gaya gempa untuk desain pondasi adalah gaya gempa dibagi nilai R. Dari sana ASCE 7-16 menjelaskan bahwa bukan gaya gempa dikalikan faktor kuat lebih. Mari kita lihat pasalnya :

ASCE C12.13.1

(ASCE 7-16 Draft Pasal C12.13.1)

Read the rest of this entry »

Perubahan Site Amplification Factors Pada ASCE 7-16

Posted on

Pada chapter 11 ASCE 7-16 ada yang menarik perhatian saya, yaitu perubahan mengenai site amplification factors untuk short period (Fa) dan long period (Fv). Perubahan tersebut dapat dilihat berikut ini :

Fig 1 Fa

Fig 2 Fv

Read the rest of this entry »

Antara Peraturan dan Pendapat Seorang Insinyur

Posted on Updated on

Umumnya semakin baru publikasi, entah itu buku, journal, dan atau peraturan – peraturan, maka selayaknya sudah lebih mencantumkan pengetahuan yang berdasarkan referensi yang update. Namun kadang – kadang kita juga dapat menemukan sesuatu yang rasanya aneh.

Tidak terkecuali di spesialisasi desain struktur bangunan, pengetahuan yang berkembang umumnya lebih sering berdasarkan analitikal (baik itu eksak atau numeric), untuk perkembangannya berdasarkan percobaan laboratorium, biasanya masih dalam objek yang diskala kecilkan atau bagian member saja. Selain itu, tingginya variabilitas dari hal – hal yang tidak diketahui menyebabkan uji experiment langsung dan sangat actual, misalnya observasi bangunan post earthquake sangat terbatas.

Ini menyebabkan insinyur bangunan umumnya mengembangkan pengetahuan lain yaitu berdasarkan engineering judgment, nah masalahnya engineering judgment ini tidak selalu universal. Insinyur A dapat saja berpikir sangat berbeda dengan Insinyur B, terutama untuk kasus – kasus yang mulai spesifik.

Read the rest of this entry »

Publikasi ACI

Posted on Updated on

Berikut beberapa publikasi ACI, beberapa ada yang baru. Bagi yang minat buat dibaca silakan, bagi yang ingin menyimpan buat koleksi juga okay 😀

_________________________________________________________________________

Judul : ACI 314R-11 – Guide to Simplified Design for Reinforced Concrete Buildings

Untitled2 Read the rest of this entry »

Kenapa Ada Faktor Reduksi Kekakuan ?

Posted on Updated on

ACI 318 mensyaratkan dalam analisa struktur beton harus memperhatikan efektivitas kekakuan akibat beban yang terjadi. Penggunaan nilai faktor efektivitas kekakuan ini didasarkan kepada umunya analisa struktur mengadopsi penyederhanaan 4 asumsi penting terhadap respon struktur, yaitu :

  1. Linear
  2. Elastik
  3. Isotropik
  4. Homogen

Sebenarnya, struktur beton tidak memenuhi ke-empat persyaratan tersebut. Oleh karenanya dilakukan penyederhanaan. Pada tulisan ini saya hanya akan membahas mengenai dua hal yaitu linear dan elastic.

Read the rest of this entry »