seismic

Fluid Viscous Damper (FVD)

Posted on

Damper

Semisal ada bangunan yang ditarik ujungnya sampai deformasi katakanlah 10 mm, lalu gaya tersebut dilepas, maka bangunan tersebut akan bergerak mengayun maju – mundur dengan amplitude deformasi tertentu yang semakin lama amplitude-nya semakin mengecil dan akhirnya bangunan kembali pada posisi diam. Para insinyur percaya bahwa pergerakan bangunan yang berayun tersebut kembali menjadi diam akibat adanya damping pada bangunan. Damping pada bangunan tersebut dikategorikan sebagai intrinsic damping atau natural damping yang besarannya sangat bergantung kepada jenis materal struktur, besarnya amplitude getaran yang terjadi, komponen nonstructural, dan lainnya (baca https://bit.ly/2qSwBLw) Read the rest of this entry »

Advertisements

Redistribusi Gaya Momen Balok

Posted on Updated on

Tulangan Balok

Gambar Penulangan Balok dari Proyek Konstruksi (Sumber Google)

Dalam desain balok beton, aspek yang perlu ditinjau selain kekuatan dan performa kondisi service, yang tidak kalah penting lainnya adalah kemudahan pekerjaan. Namun karena berbedanya besaran dan lokasi beban, serta berbedanya kondisi restrained dari balok menerus, terkadang membuat insinyur memperbanyak tipe – tipe penulangan balok yang membuat banyaknya tipe tulangan dalam satu lantai. Bahkan menurut pengalaman penulis, dalam satu lantai terkadang bisa sampai lebih dari 50 tipe tulangan balok. Read the rest of this entry »

GAMA TOWER #1 Tallest building in Indonesia

Posted on

gama-tower

gama_tower_project_specific_body_3_750px_wide

( Pak Made dan Pak Marten dari TTW Indonesia, Struktur engineer yang mendesain bangunan tersebut)

Beban Gempa Untuk Pondasi Sesuai ASCE 7-16 dan IBC 2015

Posted on Updated on

gempa pondasi

Kalau membicarakan beban gempa untuk pondasi selalu menarik. Akhir – akhir ini dari referensi yang penulis baca terutama dari ASCE 7-16 dan NEHRP 2015, yang membuat penulis cukup kaget adalah “lebih dijelaskannya” oleh ASCE 7-16 bahwa gaya gempa untuk desain pondasi adalah gaya gempa dibagi nilai R. Dari sana ASCE 7-16 menjelaskan bahwa bukan gaya gempa dikalikan faktor kuat lebih. Mari kita lihat pasalnya :

ASCE C12.13.1

(ASCE 7-16 Draft Pasal C12.13.1)

Read the rest of this entry »

Perubahan Site Amplification Factors Pada ASCE 7-16

Posted on Updated on

seismic travel

Pada chapter 11 ASCE 7-16 ada yang menarik perhatian saya, yaitu perubahan mengenai site amplification factors untuk short period (Fa) dan long period (Fv). Perubahan tersebut dapat dilihat berikut ini :

Fig 1 Fa

Fig 2 Fv

Read the rest of this entry »

Antara Peraturan dan Pendapat Seorang Insinyur

Posted on Updated on

Umumnya semakin baru publikasi, entah itu buku, journal, dan atau peraturan – peraturan, maka selayaknya sudah lebih mencantumkan pengetahuan yang berdasarkan referensi yang update. Namun kadang – kadang kita juga dapat menemukan sesuatu yang rasanya aneh.

Tidak terkecuali di spesialisasi desain struktur bangunan, pengetahuan yang berkembang umumnya lebih sering berdasarkan analitikal (baik itu eksak atau numeric), untuk perkembangannya berdasarkan percobaan laboratorium, biasanya masih dalam objek yang diskala kecilkan atau bagian member saja. Selain itu, tingginya variabilitas dari hal – hal yang tidak diketahui menyebabkan uji experiment langsung dan sangat actual, misalnya observasi bangunan post earthquake sangat terbatas.

Ini menyebabkan insinyur bangunan umumnya mengembangkan pengetahuan lain yaitu berdasarkan engineering judgment, nah masalahnya engineering judgment ini tidak selalu universal. Insinyur A dapat saja berpikir sangat berbeda dengan Insinyur B, terutama untuk kasus – kasus yang mulai spesifik.

Read the rest of this entry »

Publikasi ACI

Posted on Updated on

Berikut beberapa publikasi ACI, beberapa ada yang baru. Bagi yang minat buat dibaca silakan, bagi yang ingin menyimpan buat koleksi juga okay 😀

_________________________________________________________________________

Judul : ACI 314R-11 – Guide to Simplified Design for Reinforced Concrete Buildings

Untitled2 Read the rest of this entry »