Kolom Langsing

Reduksi Dimensi Kolom, Saving Cost di Net Area

Posted on Updated on

Capture

(Gambar pekerja yang mempersiapkan tulangan kolom yang sangat besar)

Dengan makin mahalnya nett area dan valuable space untuk premium kondomium atau office pada bangunan tinggi, anda butuh struktur engineer yang juga memikirkan hal tersebut. Misal-nya untuk kasus bangunan yang sangat mahal, nett area menjadi penting. Jika ada insinyur konsultan yang mengatakan bahwa penggunaan beton bertulang dengan kolom sekitar 1-2% tulangan adalah ekonomis, anda perlu berpikir kembali karena yang dipikirkan oleh insinyur tersebut hanya dari segi struktur. Read the rest of this entry »

Advertisements

Kisah Kolom slender dan ETABS (part 2)

Posted on

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Kisah Kolom slender dan ETABS , saya melanjutkan untuk menunjukkan efek tulangan kepada faktor amplifikasi momen non-sway.

Kasusnya adalah berikut :

Capture

Read the rest of this entry »

Kisah Kolom slender dan ETABS

Posted on Updated on

Catatan : penulis di tulisan ini tidak menceritakan panjang lebar soal kolom slender dan cara desainnya, penulis berasumsi pembaca sudah tahu soal itu)

Ditengah banyaknya tulisan – tulisan atau ceramah dari ahli – ahli struktur yang cenderung mengarah ke makin konservatifnya desain, maka tulisan saya kali ini ingin membahas soal optimalisasi dari desain, terutama soal kolom slender. Read the rest of this entry »

Membuat Kolom Sekecil Mungkin

Posted on Updated on

Sebagai structural engineer, kalau kita sering ikut rapat di preliminary design commercial high-rise building, pasti sadar bahwa client tertarik pada aspek arsitekstural jauh melebihi aspek yang lain (baca : struktur, ME, dan quantity surveyor). Bisa dikatakan pada proses preliminary, aspek arsitektur benar – benar dikritisi dengan baik.

Saya cenderung kagum dengan orang – orang arsitek yang bisa meng-imajinasikan bangunan dan memperhatikan banyak aspek sehingga muncul gambar arsitekstural berupa bangunan yang begitu indah. Saya perhatikan bahwa pekerjaan mereka tidak mudah. Selain keindahan, mereka juga memperhatikan aspek psikologis tenant yang nanti akan menempati bangunan tersebut. Istilahnya, seperti membuat management layout bangunan agar seefektif mungkin (susah dijelaskan dengan otak engineer seperti saya, tapi intinya saya kagum dengan pekerjaan mereka). Read the rest of this entry »