Damping

Fluid Viscous Damper (FVD)

Posted on

Damper

Semisal ada bangunan yang ditarik ujungnya sampai deformasi katakanlah 10 mm, lalu gaya tersebut dilepas, maka bangunan tersebut akan bergerak mengayun maju – mundur dengan amplitude deformasi tertentu yang semakin lama amplitude-nya semakin mengecil dan akhirnya bangunan kembali pada posisi diam. Para insinyur percaya bahwa pergerakan bangunan yang berayun tersebut kembali menjadi diam akibat adanya damping pada bangunan. Damping pada bangunan tersebut dikategorikan sebagai intrinsic damping atau natural damping yang besarannya sangat bergantung kepada jenis materal struktur, besarnya amplitude getaran yang terjadi, komponen nonstructural, dan lainnya (baca https://bit.ly/2qSwBLw) Read the rest of this entry »

Advertisements

Intrinsic Damping pada Bangunan Tinggi

Posted on Updated on

Asumsi umum yang digunakan pada praktek design bangunan adalah intrinsic damping 5 %, ini berlaku baik untuk bangunan baja maupun beton. Untuk kasus gempa, nilai ini di-input otomatis dari respon spektra design, sehingga tidak diperlukan input tambahan pada model jika meng-analisanya dengan metode respon spektrum atau statik equivalen.

Beberapa publikasi akhir – akhir ini menunjukkan bahwa untuk bangunan tinggi, ada tren penurunan besarnya nilai intrinsic damping terhadap ketinggian struktur. Hal ini dikarenakan yaitu :

  1. Elemen nonstructural yang memberikan kontribusi damping ke struktur pengaruhnya semakin rendah karena kekakuan kolom dan balok yang semakin tinggi dibandingkan kekakuan elemen nonstruktural tersebut. Selain itu ada kecenderungan untuk membuat sambungan untuk komponen nonstructural yang cukup meng-isolasi dari komponen struktur.
  1. Pengaruh damping dari dynamics soil-structure interaction semakin rendah untuk bangunan yang lebih flexible (periode panjang)

Read the rest of this entry »