ASCE 7-16

Beban Gempa Untuk Pondasi Sesuai ASCE 7-16 dan IBC 2015

Posted on Updated on

Kalau membicarakan beban gempa untuk pondasi selalu menarik. Akhir – akhir ini dari referensi yang penulis baca terutama dari ASCE 7-16 dan NEHRP 2015, yang membuat penulis cukup kaget adalah “lebih dijelaskannya” oleh ASCE 7-16 bahwa¬†gaya gempa untuk desain pondasi adalah gaya gempa dibagi nilai R. Dari sana ASCE 7-16 menjelaskan bahwa bukan gaya gempa dikalikan faktor kuat lebih. Mari kita lihat pasalnya :

ASCE C12.13.1

(ASCE 7-16 Draft Pasal C12.13.1)

Read the rest of this entry »

Perubahan Site Amplification Factors Pada ASCE 7-16

Posted on

Pada chapter 11 ASCE 7-16 ada yang menarik perhatian saya, yaitu perubahan mengenai site amplification factors untuk short period (Fa) dan long period (Fv). Perubahan tersebut dapat dilihat berikut ini :

Fig 1 Fa

Fig 2 Fv

Read the rest of this entry »

Hot Issues Untuk Analisa Bangunan Tahan Gempa

Posted on Updated on

Hot Issue

Karena di US lagi banyak – banyaknya publikasi tentang rekomendasi/masukan untuk edisi baru ASCE 7-16/NEHRP 2015, jadi kalau dibaca – baca banyak juga yang menarik. Beberapa point rekomendasi yang menarik minat saya misalnya :

1. Masukan tentang partisipasi massa 90 %

Sudah banyak yang tahu kalau dalam melakukan analisa dinamik, jumlah mode yang digunakan adalah sebanyak mungkin sampai partisipasi massa min 90 %. Sebenarnya cara ini adalah cara konvensional dikarenakan saat itu dipahami sulitnya untuk mendapatkan partisipasi massa sampai 100 % karena ada beberapa mode frekuensi tinggi yang tidak ditangkap oleh metode eigen. Namun berkembangnya teori komputasi numerik dan kecanggihan komputer, masalah ini sekarang dapat diakali. Read the rest of this entry »

Hilangnya Insentif 15% Base Shear Untuk Analisis MRS di NEHRP 2015/ASCE 7-16

Posted on Updated on

Analisa struktur dengan metode Modal Response Spectrum (MRS) sudah cukup digunakan di design office. Selain dianggap lebih akurat, metode ini diperbolehkan menghasilkan nilai base shear dibawah hasil dari analisis metode Equivalent Lateral Force (ELF), namun tetap dibatasi minimal 85% base shear ELF. Penggunaan minimal 85% didasarkan bahwa metode MRS bisa menghasilkan nilai base shear yang jauh lebih rendah dari metode ELF dikarenakan tidak adanya pembatasan periode getar (CuTa) di metode MRS. 15% dianggap sebagai insentif karena dianggap metode MRS lebih baik karena mempertimbangkan pengaruh higher modes.

Namun hasil dari beberapa analisa dengan metode P-695 (FEMA 2009, NIST 2010) untuk model yang didesain dengan ELF dan MRS (dengan scale faktor 85%) menunjukkan bahwa model yang di desain dengan MRS konsisten menghasilkan probabilitas collapse yang lebih tinggi dibandingkan model yang di desain dengan ELF. Hasil ini diprediksi dikarenakan nilai base shear metode MRS yang lebih rendah dari metode ELF (Charney 2015). Oleh karenanya kedepannya (NEHRP 2015 dan ASCE 7-16) akan menentukan bahwa analisis dengan metode MRS harus di skalakan minimal 100% dengan base shear metode ELF. Jadi tidak ada lagi insentif 15%. Read the rest of this entry »