ACI 318

Elemen Struktur yang Bukan Bagian Penahan Gempa

Posted on Updated on

Update : 08-05-2015

ACI 318 memberikan kebebasan bagi insyinyur untuk menentukan apakah ada elemen yang dirasa tidak perlu untuk didesain sebagai bagian dari sistem penahan gempa. Namun ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Jadi bukan berarti bahwa elemen tersebut cukup untuk di design dengan beban gravity saja.

Hal ini dikarenakan walaupun elemen tersebut di desain hanya untuk beban gravitasi, namun karena sistem strukturnya masih berkaitan, elemen tersebut tetap akan mengalami deformasi yang cukup besar akibat beban gempa.

ACI 318-11 section 21.13 mengatur dengan jelas mengenai hal ini. Untuk sederhananya dapat melihat flowchart berikut ini (klik untuk memperbesar):

Elemen Struktur yang Bukan Bagian Penahan Gempa(sumber : lihat referensi)

Read the rest of this entry »

Advertisements

Rigid-end Factor

Posted on Updated on

Dalam modelisasi struktur bangunan, insinyur harus sedapat mungkin memodelisasi struktur sesuai dengan kondisi “real-nya”. Memang hal ini tidak bisa dengan sempurna dilakukan, bahkan bisa dibilang standar praktis modelisasi struktur di software komputer cenderung masih jauh dari ideal.

Pada tulisan ini saya akan mencoba sedikit menjelaskan mengenai rigid-end factor pada struktur. rigid-end factor adalah suatu nilai dari 0 sampai 1 yang menggambarkan kekakuan dari joint pada sambungan balok dan kolom, dimana nilai 0 menandakan bahwa joint flexible (atau bisa dibilang asumsi center-line bertemu dan berdeformasi valid) dan nilai 1 menandakan joint rigid/kaku. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah.

Figure 1 Read the rest of this entry »

Reduksi Kekakuan Shearwall dan Efeknya

Posted on Updated on

Revisi : 23-01-2015

Nilai faktor reduksi kekakuan untuk shearwall memang cukup bisa diperdebatkan. Masalahnya ACI 318 menyatakan bahwa nilai reduksi untuk shearwall adalah yang besesuaian dengan mekanisme lentur (momen inersia I).

Hal ini cukup mudah jika diaplikasikan untuk elemen tipe frame, karena kekakuan lentur dan aksial-nya tidak couple (saling berhubungan), namun untuk elemen shell (elemen yang biasa digunakan untuk memodelkan shearwall), nilainya saling berhubungan. Artinya jika kita mereduksi kekakuan elemen shell yang bersesuaian dengan kekakuan lentur (dimana yang sangat berpengaruh adalah kekakuan F22), maka otomatis kita juga mereduksi  kekakuan aksial sebesar faktor tersebut. Ini dikarenakan kekakuan F22 adalah kekakuan tegangan yang bersesuaian dengan tarik tekan arah vertikal, dimana deformasi lentur terjadi akibat tegangan tarik tekan tersebut (gambar 1 dan 2).

A1 Read the rest of this entry »