Mengapa Balok T/L ?

Posted on Updated on

Ada beberapa insinyur yang lebih nyaman menggunakan pemodelan balok T/L sementara ada beberapa insinyur lagi yang lebih suka menyederhanakan masalah dengan hanya memodelkan sebagai balok kotak saja. Sebenarnya di ACI memang diharuskan untuk mempertimbangkan pengaruh dari slab jika di cor monolit terhadap balok, sehingga balok T/L sebenarnya adalah keharusan. Namun ACI kadang men-simplifikasi dengan mengatakan di komentarinya bahwa balok T/L dapat dimodelkan sebagai balok kotak dengan pendekatan inersia dikalikan dua. Menurut saya, ada beberapa alasan mengapa tetap harus balok T/L yaitu :

  1. Pendekatan inersia balok T/L adalah dua kali balok persegi adalah salah. Ini pendekatan yang tidak ada dasar ilmiahnya
  2. Jika kita memodelkan balok sebagai balok T/L, maka untuk kekuatan yang sama terhadap balok kotak, kita bisa mendapatkan demand tulangan yang lebih rendah untuk tulangan bawah lapangan akibat beban gravity, dan tulangan bawah tumpuan akibat beban gempa
  3. Dalam analisis gempa, dikenal istilah capacity design, dimana mekanisme ductile diharapkan terjadi terlebih dahulu sehingga bisa menyerap energi gempa sebelum elemen non-ductile yang terjadi dan dapat menyebabkan struktur berpotensi gagal. Peningkatan kekuatan pada balok akibat kontribusi slab oleh karenanya harus diperhitungkan dalam analisis capacity design beam/column capacity ratio dan joint shear, karena kalau tidak hasilnya bisa unconservatif.

Bukanlah hal yang sulit untuk memodelkan balok T/L, sehingga lebih baik meluangkan waktu sejenak untuk hasil yang lebih dapat diterima.

ASCE 7-16 Chapter 12 (Draft)

Posted on Updated on

Ada beberapa update yang cukup fundamental pada ASCE 7-16 chapter 12 untuk seismic design. Untuk lebih jelasnya penulis post pada web ini termasuk chapter commentary. Selamat membaca :

Komentar Tentang Kombinasi Pembebanan Untuk Gaya Uplift

Posted on Updated on

Sebenarnya problem ini sudah lama saya rasa, tapi baru akan diceritakan sekarang melalui blog ini. Ini masalah kombinasi pembebanan yang rasanya kurang rasional, yaitu :

ASCE ASD LC8

Read the rest of this entry »

Simplifikasi Dalam Desain – Beban Lateral Pondasi

Posted on Updated on

Ini pengalaman saya yang menghadiri salah satu diskusi yang membahas masalah – masalah dalam geoteknik. Ada hal cukup menarik perhatian saya ketika pembawa materi menjelaskan bahwa penggunaan metode Brom dalam menghitung respon ultimate tiang pondasi terhadap beban lateral dilarang digunakan. Pembicara merekomendasikan menggunakan metode P-Y method yang merupakan metode numerik, dan insinyur juga diminta mempertimbangkan nonlinearitas dari kekakuan tanah, efek beban cyclic, efek cracking pada tiang, dan lain halnya. Tapi intinya cuma satu, anda tidak bisa hitung manual lagi, harus dengan software komputer, komputer, dan komputer.

Read the rest of this entry »

Pengaruh Confinement Pada Kapasitas Tekan Kolom

Posted on Updated on

Kalau ditanya ke insinyur berpengalaman apakah tulangan confinement bisa meningkatkan kapasitas tekan kolom, saya yakin pasti kebanyakan akan bilang iya, walaupun di ACI equation sama sekali tidak memasukkan variabel tulangan confinement dalam menghitung kapasitas aksial kolom.

Hal ini didasarkan pada feeling insinyur (atau hipotesa) bahwa kolom hakikatnya gagal karena tegangan tarik, walaupun gaya yang diberikan murni tekan. Contohnya sample beton silinder yang diuji tekan maka retaknya umumnya searah agak vertikal (tidak murni vertikal). Hal ini dikarenakan sample beton yang ditekan akan mengalami pengembahan tegak lurus arah gaya tekan, rasio antara strain tegak lurus gaya berbanding searah gaya ini disebut poison ratio. Akibat pengembangan tegak lurus ini mengebabkan strain tarik yang akhirnya menyebabkan retak dan kegagalan.

Uji Tekan

Gambar 1. Contoh Sample Uji Tekan 1 Arah (Uniaxial Test)

Read the rest of this entry »

Perubahan Site Amplification Factors Pada ASCE 7-16

Posted on

Pada chapter 11 ASCE 7-16 ada yang menarik perhatian saya, yaitu perubahan mengenai site amplification factors untuk short period (Fa) dan long period (Fv). Perubahan tersebut dapat dilihat berikut ini :

Fig 1 Fa

Fig 2 Fv

Read the rest of this entry »

Ed Wilson – Termination of the Response Spectrum Method

Posted on

Ed Wilson

Klik simbol iniĀ  Capture di pojok bawah untuk melihat dokumen dalam menu fullscreen

___________________________________________________________________