Perubahan pada chapter 16 ASCE 7-16 dan 2015 NEHRP

Posted on Updated on

Tadi sore (8-17-2014) saya kebetulan tidak sengaja menemukan paper yang sangat menarik, kenapa menarik ?, karena di paper ini terdapat banyak ilmuan dan praktisi insinyur ternama di amerika yang intinya mereka ingin mengajukan perubahan mengenai chapter 16 pada ASCE 7-10.

Ini memang menjadi perdebatan seru akhir – akhir ini, setelah maraknya analisa seismic struktur dengan menggunakan metode analisa yang lebih canggih yaitu Performance-Based Design (PBD), didukung dengan banyaknya lokal code yang telah dipublikasikan (PEER-2009 Guidelines for Performance-Based Seismic Design of Tall Buildings dan LATBSDC-2011 An Alternative Procedure for Seismic Analysis and Design of Tall Buildings), engineering terkadang sangat “yakin” dengan metode ini dan “mengaku” dapat mendesign struktur yang lebih aman dan lebih hemat menurut mereka.

Mengapa tidak, metode analisa dengan PBD memang benar – benar meng-gali kemampuan analitikal dan imajinasi insinyur untuk membuat sistem struktur yang handal untuk bangunan tinggi, nantinya struktur tersebut akan dianalisa dengan metode yang canggih yaitu Nonlinear Time History Analysis, dimana nonlinearitas dari semua elemen struktur penting dimodelkan sehingga benar – benar diusahakan mendekati kondisi real sebenarnya. Sementara itu, hal – hal yang tadinya tidak disarankan oleh code boleh diabaikan oleh insinyur. Misalnya, dan yang paling sering dijadikan alasan mengapa menggunakan PBD adalah batasan tinggi untuk struktural sistem. Umumnya bangunan tinggi yang berbentuk tower dimana core wall di tengah dan frame di perimeter, tidak bisa menggunakan sistem struktur special shear wall (single system), karena dibatasi oleh ketinggian 160 feet untuk seismic category D, E, dan F. Oleh karenanya jika mau benar – benar mengikuti code ASCE maka harus dual sistem dimana frame menahan 25% base shear.

Read the rest of this entry »