Structural Analysis

Wind Tunnel Test untuk Bangunan Tinggi (Part 2)

Posted on

cover wind tunnel

Wind Tunnel Test Model untuk Bangunan Ultra Tinggi (sumber RWDI)

Setelah pada artikel sebelumnya penulis jelaskan mengenai Wind Tunnel Test for determination of structural load and building response, selanjutnya tes tipe kedua yaitu :

2. Wind Tunnel Test for determination of wind load on facade systems

Pada tes sebelumnya, wind load yang didapatkan adalah untuk mendesain sistem struktur utama, sementara untuk tes ini, wind pressure kontur didapatkan untuk mendesain element structural secondary yaitu facade system (baik glass, mullion and transom, etc), dan komponen struktur secondary lainnya (canopy, crown, etc). Read the rest of this entry »

Advertisements

Wind Tunnel Test untuk Bangunan Tinggi (Part 1)

Posted on Updated on

wind tunnel

Gambar Boundary layer wind tunnel test Zhejiang University

Wind tunnel test bagi insinyur struktur seperti sebuah “Black Box”, atau bahkan khusus bagi insinyur di Indonesia, pehaman mengenai wind tunnel testing nyaris sangat minim.

Read the rest of this entry »

Dilbert Talk to a Class About Career Options

Posted on Updated on

13722716

Sumber : dilbert.com

Load Factor adalah “Load x Factor”

Posted on Updated on

Capture

Load Factor adalah beban yang di faktorkan, bukan respon atau reaksi dari beban tersebut yang di faktorkan. Misalkan ambil contoh perencanaan pondasi dangkal.

Read the rest of this entry »

Joint Shear Pada Bangunan Special Moment Frame

Posted on Updated on

Capture

Pada bangunan struktur beton special moment frame, ada satu persyaratan yang kritikal yaitu joint shear. Pengalaman penulis, karena aspek joint shear inilah, terkadang ukuran kolom harus dibesarkan, jadi untuk ukuran kolom bukan hanya aspek beban aksial dan momen saja yang perlu ditinjau. Read the rest of this entry »

Fluid Viscous Damper (FVD)

Posted on

Damper

Semisal ada bangunan yang ditarik ujungnya sampai deformasi katakanlah 10 mm, lalu gaya tersebut dilepas, maka bangunan tersebut akan bergerak mengayun maju – mundur dengan amplitude deformasi tertentu yang semakin lama amplitude-nya semakin mengecil dan akhirnya bangunan kembali pada posisi diam. Para insinyur percaya bahwa pergerakan bangunan yang berayun tersebut kembali menjadi diam akibat adanya damping pada bangunan. Damping pada bangunan tersebut dikategorikan sebagai intrinsic damping atau natural damping yang besarannya sangat bergantung kepada jenis materal struktur, besarnya amplitude getaran yang terjadi, komponen nonstructural, dan lainnya (baca https://bit.ly/2qSwBLw) Read the rest of this entry »

Redistribusi Gaya Momen Balok

Posted on Updated on

Tulangan Balok

Gambar Penulangan Balok dari Proyek Konstruksi (Sumber Google)

Dalam desain balok beton, aspek yang perlu ditinjau selain kekuatan dan performa kondisi service, yang tidak kalah penting lainnya adalah kemudahan pekerjaan. Namun karena berbedanya besaran dan lokasi beban, serta berbedanya kondisi restrained dari balok menerus, terkadang membuat insinyur memperbanyak tipe – tipe penulangan balok yang membuat banyaknya tipe tulangan dalam satu lantai. Bahkan menurut pengalaman penulis, dalam satu lantai terkadang bisa sampai lebih dari 50 tipe tulangan balok. Read the rest of this entry »