Author: Ryan Rakhmat Setiadi

Load Factor adalah “Load x Factor”

Posted on Updated on

Capture

Load Factor adalah beban yang di faktorkan, bukan respon atau reaksi dari beban tersebut yang di faktorkan. Misalkan ambil contoh perencanaan pondasi dangkal.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Joint Shear Pada Bangunan Special Moment Frame

Posted on Updated on

Capture

Pada bangunan struktur beton special moment frame, ada satu persyaratan yang kritikal yaitu joint shear. Pengalaman penulis, karena aspek joint shear inilah, terkadang ukuran kolom harus dibesarkan, jadi untuk ukuran kolom bukan hanya aspek beban aksial dan momen saja yang perlu ditinjau. Read the rest of this entry »

Fluid Viscous Damper (FVD)

Posted on

Damper

Semisal ada bangunan yang ditarik ujungnya sampai deformasi katakanlah 10 mm, lalu gaya tersebut dilepas, maka bangunan tersebut akan bergerak mengayun maju – mundur dengan amplitude deformasi tertentu yang semakin lama amplitude-nya semakin mengecil dan akhirnya bangunan kembali pada posisi diam. Para insinyur percaya bahwa pergerakan bangunan yang berayun tersebut kembali menjadi diam akibat adanya damping pada bangunan. Damping pada bangunan tersebut dikategorikan sebagai intrinsic damping atau natural damping yang besarannya sangat bergantung kepada jenis materal struktur, besarnya amplitude getaran yang terjadi, komponen nonstructural, dan lainnya (baca https://bit.ly/2qSwBLw) Read the rest of this entry »

Redistribusi Gaya Momen Balok

Posted on Updated on

Tulangan Balok

Gambar Penulangan Balok dari Proyek Konstruksi (Sumber Google)

Dalam desain balok beton, aspek yang perlu ditinjau selain kekuatan dan performa kondisi service, yang tidak kalah penting lainnya adalah kemudahan pekerjaan. Namun karena berbedanya besaran dan lokasi beban, serta berbedanya kondisi restrained dari balok menerus, terkadang membuat insinyur memperbanyak tipe – tipe penulangan balok yang membuat banyaknya tipe tulangan dalam satu lantai. Bahkan menurut pengalaman penulis, dalam satu lantai terkadang bisa sampai lebih dari 50 tipe tulangan balok. Read the rest of this entry »

Problem di Periode Getar Pendekatan ASCE 7-10

Posted on Updated on

Brace

Problemnya ada di kasus konstruksi baja tahan gempa. Bisa di lihat berikut rumus periode getar pendekatan yaitu :

ta

Read the rest of this entry »

KOLOM REBAR RATIO 1% = HEMAT ???

Posted on Updated on

9-16-14-elliott-rebar-close-up1

Alkisah ada diskusi antara insinyur di kantor konsultan struktur. Salah satu insinyur tersebut meminta rekannya membantu meng-check estimasi dimensi kolom yang tadinya telah di-hitung manual agar dimodelkan di software struktur dan diverifikasi.

Insinyiur A: Bagaimana hasilnya ?, berapa nilai stress ratio dari dimensi dan tulangan yang saya kasih ?

Insinyur B: Untuk lantai GF, kolom di interior besar 800×800 tulangan 12D32, rebar ratio sekitar 1.5%, stress rasio 0.76 , masih okay

Insinyiur A: Coba dikurangi dimensi jadi 700×700 dengan tulangan sama 12D32, berapa jadi stress rasionya ? Read the rest of this entry »

Reduksi Dimensi Kolom, Saving Cost di Net Area

Posted on Updated on

Capture

(Gambar pekerja yang mempersiapkan tulangan kolom yang sangat besar)

Dengan makin mahalnya nett area dan valuable space untuk premium kondomium atau office pada bangunan tinggi, anda butuh struktur engineer yang juga memikirkan hal tersebut. Misal-nya untuk kasus bangunan yang sangat mahal, nett area menjadi penting. Jika ada insinyur konsultan yang mengatakan bahwa penggunaan beton bertulang dengan kolom sekitar 1-2% tulangan adalah ekonomis, anda perlu berpikir kembali karena yang dipikirkan oleh insinyur tersebut hanya dari segi struktur. Read the rest of this entry »