(Superseded) Kisah Kolom slender dan ETABS (part 2)

Posted on Updated on

ARTIKEL INI SUPERSEDED KARENA SEBELUMNYA PENULISA MELAKUKAN KESALAHAN DI PERHITUNGAN, LIHAT COMMENT DARI PAK ROBBY DI BAWAH

 

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Kisah Kolom slender dan ETABS , saya melanjutkan untuk menunjukkan efek tulangan kepada faktor amplifikasi momen non-sway.

Kasusnya adalah berikut :

Capture

Dapat dilihat pada excel diatas yang saya buat, untuk kasus kolom 600×600 dan tinggi 12 meter. FC beton 35 dan K faktor 0.8 untuk kedua sisi. Di sini nilai Pu saya set 3000 kN < Peuler 4552 kN. Nilai faktor gradian momen adalah 0.6 berdasarkan minimum momen di atas dan momen nol di bawah.

Di sini variabelnya adalah nilai tulangan yang saya distribusikan merata pada kolom persegi ini. Hasilnya untuk Faktor pembesaran momen non-sway dan total jumlah tulangan, vola :

Capture2

Di tabel tersebut terlihat jelas bahwa layout dan jumlah tulangan sangat mempengaruhi kekakuan kolom dan pada akhirnya meningkatkan kekuatan tekan pada kolom slender. Bahkan fungsinya kudratik dimana yang tadinya tidak masuk karena amplifikasi di atas 1.60 yang mana nilai limit ACI 318-11, menjadi code satisfied. Insinyur harus paham bahwa ETABS memiliki kekurangan yaitu tidak ken-konsider efek tulangan ini yang membuat hasil output ETABS untuk kolom slender sangat konservatif dan kurang rasional.

Advertisements

2 thoughts on “(Superseded) Kisah Kolom slender dan ETABS (part 2)

    Robby said:
    02/24/2018 at 4:06 PM

    Bila pak Ryan berkenan, ada sedikit yang perlu didiskusikan yaitu pada nilai inersia tulangan Ise yang digunakan pak Ryan.

    Nilai Ise yang pak Ryan gunakan sebesar 7.68 x 10^8 mm4 sepertinya belum dikurangi dengan titik berat penampang sebesar 0.50 h atau inersia yang dihitung adalah Asi (di – 0.50 h)^2. Nilai inersia tersebut sudah saya verifikasi kembali bila tidak dikurangi 0.50 h dan nilainya sama dengan yang pak Ryan gunakan yaitu 7.68 x 10^8 mm4. Dalam hal ini definisi inersia tulangan Ise yang dimaksud dalam SNI 2847:2013 halaman 8 dan buku Reinforced Concrete Mechanics and Design-6th ed halaman 574 adalah inersia tulangan yang dihitung terhadap sumbu pusat penampang komponen struktur. Bila dihitung terhadap sumbu pusat penampang maka nilai Ise yang diperoleh sebesar 2.38 x 10^8 mm4 (lebih kecil dari inersia yang digunakan pak Ryan).

    Untuk membuktikan definisi perhitungan Ise maka dapat dilihat dalam buku MacGregor dkk Tabel 12-1 halaman 575.

    Sebagai contoh nilai Ise untuk tipe kolom pertama (3 bar di atas dan 3 bar di bawah) tertulis sebesar 0.25 Ast (gamma x h)^2.
    Ast = total luas seluruh tulangan longitudinal dalam kolom seperti yang didefinisikan dalam buku MacGregor.

    Sehingga 3 bar di atas = 3 bar di bawah = 0.50 Ast

    Inersia tulangan atas terhadap titik berat penampang yaitu :
    0.50 Ast x {1/2 (gamma x h)}^2
    = 0.50 Ast x 0.25 (gamma x h)^2
    = 0.125 (gamma x h)^2
    Karena jumlah tulangan atas sama dengan tulangan bawah maka:
    2 x 0.125 (gamma x h)^2
    = 0.25 (gamma x h)^2

    Nilai ini sama dengan dalam buku MacGregor dan definisi nilai Ise dalam SNI yaitu inersia tulangan yang dihitung terhadap sumbu pusat penampang komponen struktur. Untuk nilai lainnya dalam Tabel 12-1 dapat diperoleh dengan cara yang sama seperti yang diuraikan, Sehingga untuk kasus yang digunakan pak Ryan dengan variabel yang sama diperoleh:

    EI (pers. 10-15, bila luas tulangan belum diketahui) = 0.90 EI (pers. 10-14, bila luas tulangan telah diketahui)

    Terlihat bahwa nilai EI kurang lebih hampir sama (sekitar 0.90 < 1.00), berbeda dengan nilai yang pak Ryan gunakan yaitu nilainya lebih tinggi sekitar 1.78.

    Mungkin pak Ryan dapat mencoba untuk mengeceknya kembali. Dengan demikian maka pengaruh tulangan tidak meningkatkan kekakuan EI secara signifikan, khusus untuk kasus ini dengan variabel yang digunakan pak Ryan. Untuk kasus lainnya perlu ditinjau kembali.

    Sekian.

    Liked by 1 person

      Ryan Rakhmat Setiadi responded:
      06/04/2018 at 12:34 PM

      Thanks Pak Robby atas koreksinya, saya sudah cek di perhitungan excel saya, dan memang hitungan saya yang salah 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s