Beban Gempa Untuk Pondasi Sesuai ASCE 7-16 dan IBC 2015

Posted on Updated on

Kalau membicarakan beban gempa untuk pondasi selalu menarik. Akhir – akhir ini dari referensi yang penulis baca terutama dari ASCE 7-16 dan NEHRP 2015, yang membuat penulis cukup kaget adalah “lebih dijelaskannya” oleh ASCE 7-16 bahwa gaya gempa untuk desain pondasi adalah gaya gempa dibagi nilai R. Dari sana ASCE 7-16 menjelaskan bahwa bukan gaya gempa dikalikan faktor kuat lebih. Mari kita lihat pasalnya :

ASCE C12.13.1

(ASCE 7-16 Draft Pasal C12.13.1)

Di pasal diatas disebutkan bahwa untuk menentukan besaran beban gempa pada pondasi adalah pasal 12.4.2 dimana pasal tersebut yaitu :

ASCE 12.4.2aASCE 12.4.2b.

ASCE 12.4.2c

(ASCE 7-16 Draft Pasal 12.13.1)

Dari sana sudah terlihat jelas bahwa referensi besaran beban gempa untuk pondasi adalah beban gempa yang telah direduksi dengan faktor R dan juga harus memasukkan pengaruh dari gempa vertikal Ev, kecuali untuk beban uplift (Pasal 12.4.2.2 exceptions point 2).

Kalau dilihat untuk beban gempa termasuk faktor kuat lebih diatur pada pasal selanjutnya yaitu ASCE pasal 12.4.3 :

12.4.3a

12.4.3b

Jadi sudah jelas bahwa ASCE 7-16 menjelaskan bahwa beban gempa untuk pondasi adalah beban gempa pasal 12.4.2 yaitu Eh = E-elastik x ρ / R dan bukan pasal 12.4.3 Emh = E-elastik x Ω0 / R.

Lalu apakah dapat disimpulkan bahwa ASCE 7-16 mendesain pondasi untuk mengalami plastifikasi ?, Jawabannya adalah tidak. Bukan berarti gaya yang digunakan adalah beban gempa dibagi R artinya pondasi di desain untuk mengalami plastifikasi. Pondasi terutama pondasi tiang tetap diharapkan bersifat elastik, dimana hal ini diatur pada IBC 2015 chapter 18 yaitu :

1810

Pada pasal 1810.3.3.2 IBC terlihat bahwa allowable lateral movement adalah 1 inch (25 mm) untuk beban dua kali kapasitasnya, berarti sekitar 0.5 inch pergerakan pondasi yang di bolehkan, inilah yang menjadi pegangan pada standart bahwa pondasi harus elastik atau hanya bergerak 0.5 inch ketika gempa terjadi dan bukan pada besaran gaya yang terjadi dikalikan faktor kuat lebih.

Namun selalu nampaknya ada keraguan dari pihak pembuat code ketika sudah masuk ke pembahasan mengenai detailing pondasi dalam. ACI 318 mengatur bahwa sekitar 7D dari top pile dan 7D pada perbatasan tanah lunak dan sedang, pile harus di confined dengan kebutuhan yang sama dengan special moment frame. Ini yang agak membingungkan karena apakah benar dibutuhkan confinement sebesar itu hanya untuk pile yang dibolehkan bergerak sebesar 0.5 inch ?.

Pada prinsifnya, memang tetap dibutuhkan confinement untuk meningkatkan daktalitas pada pondasi dan menjaga kemampuan kapasitas tekan materialnya walaupun diharapkan pondasi bersifat elastik

Tentu hal di atas hanya berlaku pada pondasi dalam pada kondisi tanah tidak potensial liquifaksi dan lateral spreading karena untuk kasus ini diatur di pasal ASCE 7-16 lainnya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s