Progres Perkembangan Metode DDBD

Posted on Updated on

Disaat banyaknya teknologi dan teknik desain struktur yang paling berkembang, tentu yang paling banyak didengar adalah analisa dengan Performanced-Based Design (PBD). Pengembangan selanjutnya seperti Performanced-Based Earthquake Engineering (PBEE) dimana konsep collapse berdasarkan probabilistik lebih ditekankan serta estimasi loss dapat diperkirakan, sudah jauh sangat maju dibandingkan sekedar pendekatan secara general (Life safety, immediate occupancy, etc) dari analisa PBD konvensional. Namun, baik PBD maupun PBEE masih dirasakan tidak cukup praktis digunakan.

Hal ini utamanya dikarenakan analisa tersebut membutuhkan variabel input tulangan atau dimensi section baja dimana hal ini tidak diketahui di awal tahap desain struktur, umumnya dilakukan pendekatan dengan tetap melakukan analisa struktur linear elastik konvensional dengan beberapa ketentuan yang tidak dipertimbangkan (beberapa pasal di code diabaikan), kemudian baru dilakukan verifikasi dengan analisa nonlinear tersebut.

Oleh karena hal tersebut, analisa Direct-Displacement Based Design (DDBD) dianggap lebih unggul dibanding advanced analisa PBD maupun PBEE karena metodenya yang relatif simple dan tidak membutuhkan input variabel tulangan pada beton, hanya dibutuhkan dimensi struktur saja. Konsep DDBD juga dianggap unggul dibandingkan analisa linear elastik konvensional karena DDBD dilakukan berdasarkan target deformasi pada struktur, dimana diyakini lebih menentukan dibandingkan desain berdasarkan gaya.

DDBD berangkat dari konsep bahwa kekakuan dari elemen struktur sangat bergantung daripada kekuatannya, hal ini berlawanan dengan konsep analisa linear elastik dimana kekakuan independent terhadap kekuatan (pada struktur beton). Karena kekakuan bergantung pada gaya, oleh karenanya tidak dapat dijadikan acuan dalam desain sebab kekuatan struktur adalah variabel output yang dicari. DDBD bertumpu pada pemahaman bahwa bukan kekakuan yang independent terhadap kekuatan, namun yield deformasinya. Konsep ini merubah drastis pemahaman mengenai distribusi kekakuan pada struktur, sehingga insinyur memiliki kebebasan untuk menentukan elemen mana yang perlu lebih kaku dengan mendistribusikan lebih kekuatan pada elemen tersebut dan mana yang tidak.

Halangan utama dalam analisa DDBD adalah masih kurang berkembangnya desain elemen berdasarkan perpindahan maksimum. Hal ini di bypass oleh DDBD dengan menkonversi deformasi global struktur menjadi gaya geser. Akibat dari konversi deformasi ke gaya tersebut, dibutuhkan simplifikasi SDOF pada struktur, ini juga merupakan kelemahan pada analisa DDBD.

Selain itu, dari sisi teknologi, memang sedang dikembangkan analisis softwarenya yaitu DBDsoft. Penulis yang berkesempatan mencobanya masih merasakan banyak hal yang perlu di improve.

Metode ini memang dirasa masih bisa berkembang lebih jauh, dan selainjutnya jika sudah matang bukan tidak mungkin bahwa DDBD akan menggantikan konsep linear elastik sebelum kita beralih ke advanced dengan analisa nonlinear yang complicated.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s