Construction Stage Analysis Untuk Bangunan Tinggi

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu di kantor ada yang bertanya pada saya untuk apa melakukan analisa construction stage pada model etabs. Memang disadari masih banyak insinyur yang belum familiar terhadap analisa ini dikarenakan memang referensinya sedikit di Indonesia. Pada tulisan ini saya coba jelaskan garis besarnya.

Analisa bangunan dengan cara konvensional dimana gravity load dianalisis saat diasumsikan bangunan telah selesai dibangun memiliki kelemahan. Kelemahan ini utamanya adalah overestimate nilai beda deformasi aksial pada kolom dan kolom atau kolom dan wall. Pada kenyataannya, shortening pada kolom atau wall saat menahan beban SW dan sebagian beban konstruksi memang menyebabkan beda deformasi, namun pada saat pengecoran kolom atau wall pada lantai selanjutnya, maka target elevasi yang dicapai, dan bukan tinggi kolom atau wall. Hal ini menyebabkan ada kompensasi pada pada ketinggian elemen kolom atau wall yang tentunya akan mengurangi beda deformasi pada lantai tersebut. Nah, analisa construction stage mempertimbangkan kompensasi ketinggian kolom atau wall tersebut.

Jika tidak dilakukan analisa construction staged, menurut pengalaman penulis, akan sangat terasa efeknya terutama untuk bangunan tinggi dengan core wall di tengan floor layout. Balok yang menumpu pada kolom perimeter ke core wall akan memiliki bending momen yang sangat besar di tumpuan yang menumpu wall hanya karena gaya gravity. Selain itu, nilai gaya aksial di perimeter kolom akan underestimate karena hasil analisa tanpa construction stage menunjukkan pemendekan pada perimeter kolom lebih besar daripada di core wall.

Bending momen tersebut kenyataannya tidak sebesar itu jika dilakukan analisa construction staged. Selain itu, gaya aksial yang tadinya ditahan oleh core wall sebagian akan ter-distribusi ke perimeter kolom dan dapat meningkatkan kebutuhan dimensi kolom. Namun problem yang saya jelaskan ini umumnya tidak begitu bermasalah untuk bangunan dengan ketinggian rendah atau hanya moment frame saja.

ShorteningPNG

Gambar 1. Beda Deformasi Menyebabkan Bending Momen

Selain analisa construction staged yang mempertimbangkan pengaruh axial shortening akibat gaya tekan, terkadang untuk bangunan yang sangat tinggi (lebih dari 50 lantai) kita juga perlu meninjau pengaruh creep, shrinkage, dan temperature yang dapat menambah beda deformasi pada kolom. Hal ini utamanya untuk mempertimbangkan apakah perlu dilakukan initial beda elevasi (atau semacam chamber) untuk mencompensasi beda deformasi final sehingga nantinya nilainya akan sekecil mungkin dan tidak mengganggu tenant akibat kemiringan pada pelat (Gambar 2). Terkadang facade engineer juga bisa meminta beda deformasi pada perimeter kolom untuk mendesain sambungan pada facade. Tapi perlu diperhatikan bahwa analisa construction stage dengan mempertimbangkan pengaruh creep, shrinkage, dan temperature adalah tidak mudah.

Initial Correction

Gambar 2. Kompensasi Beda Deformasi Agar Beda Deformasi Finalnya Pelat Pada Posisi Datar

Partision damage

Gambar 3. Kerusakan Pada Nonstructural Akibat Dari beda Deformasi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s