Month: September 2015

Construction Stage Analysis Untuk Bangunan Tinggi

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu di kantor ada yang bertanya pada saya untuk apa melakukan analisa construction stage pada model etabs. Memang disadari masih banyak insinyur yang belum familiar terhadap analisa ini dikarenakan memang referensinya sedikit di Indonesia. Pada tulisan ini saya coba jelaskan garis besarnya.

Analisa bangunan dengan cara konvensional dimana gravity load dianalisis saat diasumsikan bangunan telah selesai dibangun memiliki kelemahan. Kelemahan ini utamanya adalah overestimate nilai beda deformasi aksial pada kolom dan kolom atau kolom dan wall. Pada kenyataannya, shortening pada kolom atau wall saat menahan beban SW dan sebagian beban konstruksi memang menyebabkan beda deformasi, namun pada saat pengecoran kolom atau wall pada lantai selanjutnya, maka target elevasi yang dicapai, dan bukan tinggi kolom atau wall. Hal ini menyebabkan ada kompensasi pada pada ketinggian elemen kolom atau wall yang tentunya akan mengurangi beda deformasi pada lantai tersebut. Nah, analisa construction stage mempertimbangkan kompensasi ketinggian kolom atau wall tersebut.

Jika tidak dilakukan analisa construction staged, menurut pengalaman penulis, akan sangat terasa efeknya terutama untuk bangunan tinggi dengan core wall di tengan floor layout. Balok yang menumpu pada kolom perimeter ke core wall akan memiliki bending momen yang sangat besar di tumpuan yang menumpu wall hanya karena gaya gravity. Selain itu, nilai gaya aksial di perimeter kolom akan underestimate karena hasil analisa tanpa construction stage menunjukkan pemendekan pada perimeter kolom lebih besar daripada di core wall.

Read the rest of this entry »