Hot Issues Untuk Analisa Bangunan Tahan Gempa

Posted on Updated on

Hot Issue

Karena di US lagi banyak – banyaknya publikasi tentang rekomendasi/masukan untuk edisi baru ASCE 7-16/NEHRP 2015, jadi kalau dibaca – baca banyak juga yang menarik. Beberapa point rekomendasi yang menarik minat saya misalnya :

1. Masukan tentang partisipasi massa 90 %

Sudah banyak yang tahu kalau dalam melakukan analisa dinamik, jumlah mode yang digunakan adalah sebanyak mungkin sampai partisipasi massa min 90 %. Sebenarnya cara ini adalah cara konvensional dikarenakan saat itu dipahami sulitnya untuk mendapatkan partisipasi massa sampai 100 % karena ada beberapa mode frekuensi tinggi yang tidak ditangkap oleh metode eigen. Namun berkembangnya teori komputasi numerik dan kecanggihan komputer, masalah ini sekarang dapat diakali.

Caranya yaitu dengan menangkap semua mode sampai periode getar dibawah T=0.05 second. Selanjutnya, dikarenakan mode – mode berikutnya frekuensinya jauh lebih tinggi dibandingkan frekuensi dominan gempa, maka sisa partisipasi massa-nya dapat dianggap statik dan ditangkap dengan metode static correction (atau residual mode). Massa yang dianggap berperilaku statik ini kemudian dijadikan gaya gempa dengan Sa yang bersesuaian dengan T=0.05 second. Dengan begitu cara ini dapat menangkap 100 % partisipasi massa yang terjadi.

Etabs/SAP2000 dan software2 analisa struktur lainnya sudah banyak yang dapat melakukan analisis static correction (residual mode).

2. Masukan untuk penggunaan metode SRSS dan CQC3 untuk Mempertimbangkan orthogonalitas Beban Gempa pada Bangunan

Saat ini masalah orthogonalitas beban gempa dipertimbangkan dengan menggunakan metode kombinasi 100 % + 30 %, padahal metode ini memiliki kelemahan terutama untuk bangunan dengan layout pelat irregular semisal bentuk T atau L. Metode lainnya yang lebih canggih adalah SRSS dan CQC3. Kedua metode ini direkomendasikan oleh Wilson untuk digunakan dan dibahas secara lengkap di bukunya.

Etabs/SAP2000 dan software2 analisa struktur lainnya sudah banyak yang dapat melakukan analisis orthogonal loading effects dengan metode SRSS. Khusus untuk CQC3 setahu saya hanya bisa digunakan di software ETABS 2013 keatas.

3. Rekomendasi Untuk Menghilangkan Insentif 15 % Base Shear Pada Analisa Respon Spektrum

Setelah berkembangnya analisa Performance Based Earthquake Engineering (PBEE), jadinya metode analisa konvensional seperti Respon Spectrum Method (RSM) dan Static Equivalen Method (SEM) bisa diverifikasi. Hasil dari verifikasi tersebut baru – baru ini didapat bahwa analisa dengan RSM memiliki probabilitas kegagalan bangunan lebih tinggi dibandingkan analisa dengan SEM (FEMA P695, NIST GCR10-917-8, and NIST GCR10-917-20). Hal ini diyakini dikarenakan insentif 15 % tersebut. Jadinya kedepannya insentif 15 % dihilangkan dan base shear dari analisis dengan RSM harus di scale terhadap base shear dari analisis SEM sebesar 100 % (bukan 85 % lagi).

4. Rekomendasi didetailkannya metode Linear Response History Analysis (NLRH) serta Dimudahkan Dalam Pemilihan Ground Motion

Ada proposal baru yang diajukan untuk membuat metode LRHA lebih mudah dipakai. Hal ini dikarenakan metode LRHA diyakini lebih unggul daripada metode RSM dan SEM, serta lebih mudah digunakan dibandingkan analisa Nonlinear Response History Analysis (NRHA). Untuk penjelasan detail tentang metode ini akan saya sampaikan dalam tulisan lainnya, karena rasanya akan cukup panjang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s