Membuat Kolom Sekecil Mungkin

Posted on Updated on

Sebagai structural engineer, kalau kita sering ikut rapat di preliminary design commercial high-rise building, pasti sadar bahwa client tertarik pada aspek arsitekstural jauh melebihi aspek yang lain (baca : struktur, ME, dan quantity surveyor). Bisa dikatakan pada proses preliminary, aspek arsitektur benar – benar dikritisi dengan baik.

Saya cenderung kagum dengan orang – orang arsitek yang bisa meng-imajinasikan bangunan dan memperhatikan banyak aspek sehingga muncul gambar arsitekstural berupa bangunan yang begitu indah. Saya perhatikan bahwa pekerjaan mereka tidak mudah. Selain keindahan, mereka juga memperhatikan aspek psikologis tenant yang nanti akan menempati bangunan tersebut. Istilahnya, seperti membuat management layout bangunan agar seefektif mungkin (susah dijelaskan dengan otak engineer seperti saya, tapi intinya saya kagum dengan pekerjaan mereka).

Ketika gambar skematik arsitek itu jadi, giliran tugas struktur untuk meninjau layout structural dan mengestimasi dimensi struktur preliminary sebagai gambaran awal. Nah pada proses ini saya masuk. Terkadang saya merasa agak sayang sekali jika bangunan yang sudah di desain begitu indah harus saya “ganggu” sehingga mengurangi keindahannya. Contoh yang paling utama adalah masalah lokasi kolom dan dimensinya.

Memang arsitek sudah memperkirakan lokasi dan dimensi kolom di gambarnya, dan saya merasa semakin berpengalaman konsultan arsiteknya terutama di proyek high-rise, layout dan dimensi yang mereka berikan semakin masuk akal. Namun insinyur juga terbatas oleh kegunaan material di lapangan, terutama beton dan mutunya, sehingga penggunaan kolom besar tidak bisa dihindari (tentu sudah diusahakan sedapat mungkin dimensi kolom optimum).

Nah, baru – baru ini kantor saya (PT. TTW Indonesia) kedatangan tamu yaitu team marketing dari ArcelorMittal International. Yang sangat menarik bagi saya adalah mereka menawarkan produk mereka berupa profil baja dengan tebal flange dan web yang besar. Selain section-nya yang besar, digunakan juga baja mutu tinggi dengan Fy sampai 460 Mpa (HISTAR). Bisa ditebak produk ini digunakan untuk apa, ya benar untuk kolom pada bangunan. Ketika pertama kali saya mendengar produk ini, rasanya saya berkata pada diri saya, “ini dia pengganti kolom beton yang ekstra besar tersebut”.

Untuk membayangkannya, ada case menarik pada bangunan yang menggunakan produk ini, yaitu proyek Desio Tower di Itali, berikut gambarnya :

Gambar 1. kolom kecil

Gambar 2. kolom kecil

Gambar 3. kolom kecil

Gambar 4. Kolom kecil

Terlihat bukan, kolom – kolom bangunan tersebut sangat kecil sekali. Anda tidak bisa mendapatkan kolom sekecil itu dengan material beton (atau baja indonesia dan china).

Sekedar pembanding, saya melihat di brosur mereka mengenai kapasita tekan dari sectionnya, mari kita lihat :

Gambar 5. Histar

Kita ambil contoh HISTAR 460 HD 400X463 (H = 435 mm, B = 412, tw = 35.8 mm, tf = 57.4 mm). Kapasitas aksialnya adalah Pn = 25156 kN. Jika digunakan kolom dengan mutu beton fc = 55 mPa maka dimensi rectangular concrete untuk mendapatkan equivalen aksial capacity adalah:

B = [Pu/(0.8×0.85×55)]^0.5 = 800 mm x 800 mm

Artinya sekitar hampir setengah dimensi panjang dan lebar bisa dikurangi.

Sekarang tinggal pilihan ownernya, dari segi initial investment mungkin biaya menggunakan baja profil mutu tinggi akan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan beton, namun jika dilihat saving net area yang bisa didapat, belum lagi dilihat jangka panjang jika bangunan berupa kantor yang disewakan, maka bisa – bisa justru lebih menguntungkan.

Oia terakhir sebagai catatan, di sini diasumsikan kolom hanya menahan beban gravity. Untuk beban lateral gempa bisa ditahan dengan corewall yang dibuat cukup masif. Jadi sistem penahan lateralnya adalah single system special shearwall. Karena di ASCE 7-10 hal ini tidak diperbolehkan untuk bangunan tinggi, jadi konsultan harus menggunakan advanced analysis Performance-Based Design. Tapi intinya kalau ARUP saja bisa, kenapa konsultan Indonesia tidak 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s