Mengapa Dalam Menghitung Nilai Drift Struktur Tidak Digunakan Faktor Redundancy dan Pembatasan Periode Getar ?

Posted on Updated on

Pengecekan nilai deformasi dan drift pada struktur sangat diperlukan untuk membatasi respon nonlinear struktur pada ambang degregasi material dan juga membatasi amplifikasi momen guling akibat pengaruh P-Delta. Namun pada ASCE 7-10, pengecekan nilai drift dan deformasi tersebut tidak perlu mempertimbangkan pengaruh faktor redundancy ( ρ ) dan pembatasan periode getar (CuTa). Hal ini disebabkan karena :

  • Untuk kasus redundancy struktur, nilai ini digunakan sebagai finalti untuk bangunan yang kurang redundan. Nilai R pada tabel 12.2-1 ASCE 7-10 diambil berdasarkan struktur yang redundan, sehingga jika struktur yang dianalisis tidak memenuhi kriteria struktur redundan, nilai R harus direduksi dengan membaginya dengan faktor 1.30. Hal ini hanya berlaku untuk gaya geser, sementara tidak untuk deformasi struktur. Jika kita menggunakan gaya geser dengan nilai R yang direduksi dengan faktor redundancy untuk menghitung deformasi struktur, maka kita akan mendapatkan deformasi yang lebih besar, ini adalah salah karena nyatanya struktur yang justru redundan akan memiliki kapasitas deformasi yang lebih besar karena dapat memiliki deformasi nonlinear global pasca elastik yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur yang kurang redundan (lihat grafik berikut). Oleh karenanya tidak diperlukan faktor redundancy dalam menghitung nilai deformasi dan drift.

Deformasi Redundan

  • Untuk kasus pembatasan periode getar, ini tidak diperlukan dalam menghitung deformasi struktur dikarenakan model struktur pada komputer umumnya sudah cukup overestimate jika digunakan untuk menghitung nilai deformasi dan drift. Pada model struktur di komputer, insinyur biasa menggunakan nilai faktor kekakuan efektif (lihat tulisan penulis : menapa Ada Faktor Reduksi Kekakuan ?), nilai faktor kekakuan efektif ini didapat untuk member struktur pada deformasi sebelum kelelehan terjadi. Karena nilai ini diaplikasikan ke semua elemen pada model komputer, kekakuan global struktur akan turun yang pada akhirnya membuat deformasi yang dihitung menjadi konservatif (atau overestimate). Kenyataannya pada struktur bangunan saat gempa terjadi, hampir dipastikan sangat tidak mungkin semua elemen mengalami pelelehan. Memasukkan nilai faktor kekakuan efektif memang akan overestimate nilai deformasi dan efek P-Delta, namun tidak dengan nilai gaya base shear. Oleh karenanya diperlukan pembatasan periode getar dalam menghitung nilai base shear agar hasil yang didapatkan tidak underestimate, namun hal ini tidak berlaku untuk deformasi karena sudah cukup overestimate.

Versi PDF : https://www.academia.edu/12746708/Mengapa_Dalam_Menghitung_Nilai_Drift_Struktur_Tidak_Digunakan_Faktor_Redundancy_dan_Pembatasan_Periode_Getar_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s