Beban Gempa Untuk Desain Pondasi

Posted on Updated on

Jika ditanya berapa nilai gaya gempa yang perlu saya gunakan untuk mendesain pondasi bangunan ?, tidak ada jawaban yang pasti dari pertanyaan tersebut, karena baik ASCE, NEHRP, dan SNI 03-1726-2012 merekomendasikan nilai gaya gempa yang berbeda – beda.

ASCE 7-10 Section C12.13.3 merekomendasikan nilai gaya gempa yang direduksi dengan faktor R, hal ini dijelaskan sebagai berikut :

ASCE C12

Sementara itu NEHRP Resource Paper 8 merekomendasikan nilai gaya gempa yang dikalikan faktor 1.0 – 2.0 bergantung kepada nilai R dari superstructure diatasnya. Nilai gaya gempa yang lebih tinggi dari ASCE dilakukan karena mempertimbangkan kerusakan pada pondasi lebih sulit diperbaiki dan memakan biaya yang besar. Nilai faktor gaya gempa yang bersesuaian dengan nilai R superstructure digunakan pula untuk mempertimbangkan daktalitas dan faktor kuat lebih dari pondasi yang dianggap sama baik untuk struktur dengan special seismic detailing maupun ordinary seismic detailing.

NEHRP P8

Bonneville, D. R. and Shuck, A. M. 2015 dalam papernya memberikan gambaran mengenai revisi desain pondasi untuk NEHRP 2015 yaitu;

Eh NEHRP 2015

Plot Eh NEHRP

Dari persamaan tersebut terlihat bahwa untuk R = 8.0 dan ρ = 1.0 maka nilai Eh = 2.4 Qe dan nilainya mengecil sampai R = 3.5 dan ρ = 1.0 maka nilai Eh = 1.0 Qe .

Untuk gaya gempa rekomendasi dari SNI 03-1726-2012, memang rasanya belum jelas dijabarkan. Pasal 7.1.5 menjelaskan bahwa struktur bawah harus lebih kuat dari struktur atas, namun belum jelas harus sekuat apa. Di Jakarta seingat penulis kesepakatannya untuk gaya gempa untuk struktur bawah adalah gaya gempa struktur atas dikalikan dengan faktor 1.60 .

SNI 2012 Pondasi

Dari perbedaan – perbedaan tersebut, menurut penulis pendekatan NEHRP dalam mendesain pondasi adalah yang lebih rasional.

Artikel Versi PDF :

https://www.academia.edu/12314474/Beban_Gempa_Untuk_Desain_Pondasi

Catatan tambahan 11-08-2015

Rasanya kurang lengkap kalau hanya membicarakan tentang beban gempa untuk pondasi tanpa melihat metode desainnya. Untuk di US pembahasan tentang desain pondasi dapat di lihat di NEHRP, di mana pada penjelasannya memang direkomendasikan menggunakan metode LRFD dibandingkan allowable stress. Kalau menurut penulis memang rasanya agak kurang dapat diterima jika untuk kasus extreme seperti gempa ditinjau hanya dalam kondisi service, karena ambang penerimaan terhadap kerusakan untuk kondisi gempa pasti lebih tinggi.

Untuk kapasitas lateral pondasi dalam lebih lagi, agak aneh kalau hanya ditinjau dari deformasi lateral maksimum pile, karena umumnya bangunan tidak sensitif terhadap deformasi lateral permanen di base, bangunan lebih sensitif jika ada rotasi permanen di pondasi. Kalau kita tinjau di SEAOC Blue Book chapter foundation, terlihat bahwa yang direkomendasikan untuk kapasitas lateral pile benar – benar kondisi ultimate (Figure 1).

Limit State Lateral Pile

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Beban Gempa Untuk Desain Pondasi

    ringo said:
    06/08/2015 at 2:56 PM

    “Untuk gaya gempa rekomendasi dari SNI 03-1726-2012, memang rasanya belum jelas dijabarkan. Pasal 7.1.5 menjelaskan bahwa struktur bawah harus lebih kuat dari struktur atas, namun belum jelas harus sekuat apa. Di Jakarta seingat penulis kesepakatannya untuk gaya gempa untuk struktur bawah adalah gaya gempa struktur atas dikalikan dengan faktor 1.60.”

    Komen:
    Struktur Bawah (atau basement) jika pengalami pemotongan/ pemisahan struktur harus diberikan koefisien pembesaran gaya Struktur Atas sebesar (Rupper/rho upper) dibandingkan dengan (Rlower/rho lower). Faktor 1.6 setahu saya sudah tidak valid lagi pak.

    Tks.

    Like

      Ryan Rakhmat Setiadi responded:
      06/13/2015 at 10:34 PM

      Di ASCE memang faktornya R-upper/rho : R-lower/rho , namun karena di SNI ada syarat yang menyatakan struktur bawah harus lebih kuat, jadi di TPKB terakhir yang saya tahu, nilai R-upper/rho : R-lower/rho >= 1.6

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s