Month: April 2015

Penjelasan Singkat Desain Seismic Isolation dengan Natural Rubber Bearing (NRB)

Posted on Updated on

Update : 08-05-2015

Natural Rubber Bearing (NRB)

Jenis seismic isolation yang paling sederhana, biaya lebih murah karena menggunakan tipe karet standar. Memiliki restoring force yang baik. Terdiri dari dua jenis yaitu menggunakan inner steel plate dan yang tidak menggunakannya. Inner steel plate digunakan untuk meningkatkan kekakuan vertikal namun tetap mempertahankan kekakuan lateral. Karakteristik diagram kekakuan NRB adalah linear dengan nilai equivalent damping ratio yang rendah (2%-3%). Biasanya digunakan bersamaan dengan damping device atau dikombinasikan dengan High Damping Rubber Bearing (HDRB) atau Lead Rubber Bearing (LRB) untuk mengurangi deformasi lateral yang berlebih.

1 NRB

——Klik untuk memperbesar—– Read the rest of this entry »

Advertisements

Perbandingan Periode Fundamental Dari Bangunan di China dan Batasan di ASCE

Posted on Updated on

Setelah sebelumnya membandingkan antara batasan periode getar ASCE 7-10 dan periode getar bangunan di Jepang (lihat tulisan penulis : Periode Getar oh Periode Getar), sekarang mari kita lihat perbandingan antara ASCE 7-10 dan bangunan di China.

Pendekatan periode getar di China penulis ambil dari publikasi Peifu Xu et. al 2014 “Relationship Between Natural Vibration Periods and Structural Heights for High-rise Buildings in China” International Journal High-Rise Buildings. Pendekatan periode getar dari ketinggian bangunan di publikasi Peifu Xu et. al 2014 diambil berdasarkan 414 bangunan tinggi yang sudah memenuhi kriteria seperti stabilitas, drift limit, shear-gravity ratio, dan lainnya berdasarkan JGJ3, 2010 (spesifikasi beton untuk bangunan tinggi) dan GB5011, 2010 (kriteria desain seismik). Bangunan yang diambil hanya bangunan beton dan komposit serta sistem strukturnya adalah shear wall, frame-shear wall, frame tube. Distribusi ketinggian dan periode getar ditunjukkan grafik berikut :

T1 vs H in China

Read the rest of this entry »

Desain Kolom Dengan Beton Mutu Tinggi

Posted on Updated on

Tantangan insinyur struktur yang mendesainnya bangunan tinggi adalah cukup besar. Semakin tinggi bangunan, nilai gaya aksial akibat beban gravitasi pada kolom akan semakin tinggi. Selain itu pengaruh gaya lateral pada deformasi bangunan juga akan lebih bersifat bending mode dibandingkan shear mode, sehingga gaya lateral akan lebih di-transformasi menjadi gaya tarik – tekan ke parameter kolom yang akan semakin memperbesar gaya aksial yang terjadi.

Tingginya gaya aksial yang terjadi di kolom menuntut dimensi kolom yang besar pula. Karena batasan arsitektur yang ketat, insinyur struktur dapat mengurangi kebutuhan dimensi yang besar dengan meninggikan mutu kolom yang digunakan.

ACI telah mengeluarkan dokumen yang memfasilitasi desain untuk beton mutu tinggi. Hal itu tertuang pada publikasinya ACI ITG-4.3R-07 Report on Structural Design and Detailing for High-Strength Concrete in Moderate to High Seismic Applications. Report tersebut menjelaskan mengenai riset – riset terakhir mengenai performance struktur beton mutu tinggi sampai 120 mPa. Read the rest of this entry »

Hilangnya Insentif 15% Base Shear Untuk Analisis MRS di NEHRP 2015/ASCE 7-16

Posted on Updated on

Analisa struktur dengan metode Modal Response Spectrum (MRS) sudah cukup digunakan di design office. Selain dianggap lebih akurat, metode ini diperbolehkan menghasilkan nilai base shear dibawah hasil dari analisis metode Equivalent Lateral Force (ELF), namun tetap dibatasi minimal 85% base shear ELF. Penggunaan minimal 85% didasarkan bahwa metode MRS bisa menghasilkan nilai base shear yang jauh lebih rendah dari metode ELF dikarenakan tidak adanya pembatasan periode getar (CuTa) di metode MRS. 15% dianggap sebagai insentif karena dianggap metode MRS lebih baik karena mempertimbangkan pengaruh higher modes.

Namun hasil dari beberapa analisa dengan metode P-695 (FEMA 2009, NIST 2010) untuk model yang didesain dengan ELF dan MRS (dengan scale faktor 85%) menunjukkan bahwa model yang di desain dengan MRS konsisten menghasilkan probabilitas collapse yang lebih tinggi dibandingkan model yang di desain dengan ELF. Hasil ini diprediksi dikarenakan nilai base shear metode MRS yang lebih rendah dari metode ELF (Charney 2015). Oleh karenanya kedepannya (NEHRP 2015 dan ASCE 7-16) akan menentukan bahwa analisis dengan metode MRS harus di skalakan minimal 100% dengan base shear metode ELF. Jadi tidak ada lagi insentif 15%. Read the rest of this entry »

Update Penulangan Confinement Kolom di ACI 318-14

Posted on Updated on

Minor revision : 10-05-2015

Selain mengenai perubahan mengenai tulangan dinding geser (lihat tulisan penulis yang lain), ACI 318-14 juga menambahkan ketentuan rumus untuk menghitung banyaknya confinement yang dibutuhkan pada kolom daktail penuh. Rumus tersebut ditunjukkan di table 18.7.5.4 ACI 318-14 : Table 18.7.5-4

Read the rest of this entry »

Accidental Torsion dengan Menggunakan Mass Offset Menu

Posted on Updated on

Mass Offset

Gambar di atas penulis ambil dari website CSI, yang isinya mengenai menu terbaru pada software ETABS 2015 yang baru keluar. Dari sekian banyak perkembangan menu pada softwarenya, yang jadi sorotan saya salah satunya adalah dibuatnya menu untuk melakukan manual pergeseran center of mass pada pelat lantai. Hal ini menarik karena akhir – akhir ini banyak dibicarakan di paper – paper terutama untuk pengembangan metode linear time history (LTH). Prof Finley A. Charney merupakan orang terdepan yang mendorong ASCE 7 dan NEHRP untuk lebih mendetailkan metode LTH.

Read the rest of this entry »

Kekakuan Efektif untuk Balok Perangkai Beton

Posted on Updated on

Nilai kekuatan efektif balok perangkai diperlukan agar modelisasi linear dari balok perangkai sebelum leleh perilakunya dapat didekati (lihat tulisan penulis lainnya “Mengapa ada reduksi kekakuan ?”). Namun dikarenakan adanya perbedaan rekomendasi kekakuan efektif pada beberapa code yang ada, hal ini dapat membingungkan insinyur untuk mendapatkan nilai yang sesuai.

FEMA 356 merekomendasikan nilai kekakuan efektif untuk elastic bending dan shear stiffness sebesar 0.5EcIg dan 0.4EcAw. ASCE 41-06 merekomendasikan nilai sebesar 0.3EcIg untuk bending dan 0.4EcAw untuk geser. Sementara itu ACI 318 merekomendasikan nilai 0.35EcIg untuk kekakuan bending dari balok perangkai.

Berbeda dengan ketiga peraturan US, NZS 3101 merekomendasikan nilai kekakuan efektif dari balok perangkai yang bergantung dengan nilai aspect ratio (h/ln) dan target nilai daktalitas yang diinginkan, yaitu :

Rumus Ie NZE

Dimana h adalah tinggi total dari balok perangkai, ln adalah nilai clear span, dan koefisien A, B, C dapat dilihat di tabel berikut :

NZS ABC

Read the rest of this entry »