Month: March 2015

Daktalitas Pada Sambungan Baut dan Las Serta Efeknya Terhadap Desain Sambungan

Posted on Updated on

Pada prinsifnya, detail sambungan adalah hal penting yang sangat perlu diperhatikan oleh semua insinyur yang mendesain bangunan baja. Namun, umumnya insinyur lupa akan perbedaan mendasar mengenai konsep distribusi tegangan akibat daktalitas dari elemen baja dan pengaruhnya terhadap desain sambungan baut dan las.

Contohnya begini, kita tahu bahwa sambungan baut adalah sambungan yang cukup ductile, sementara sambungan las adalah tidak. Oleh karenanya prinsif mendesain sambungan baut adalah dengan asumsi kegagalan terjadi setelah adanya regangan yang cukup besar. Hal ini tidak berlaku untuk sambungan las, sambungan las akan gagal ketika regangan yang terjadi jauh lebih kecil dibandingkan regangan pada sambungan baut. Hal ini menimbulkan konsekuensi yang agaknya dilupakan oleh insinyur (termasuk penulis).

Kasus untuk masalah ini ditunjukkan pada gambar berikut :

Bolted Joint

Read the rest of this entry »

Advertisements

Multiple Tower Pada Satu Podium

Posted on Updated on

Problemnya kelihatan simpel, yaitu analisis beberapa tower yang disatukan dengan podium di lantai bawah, namun analisis-nya menjadi terlihat sulit, terutama ketika analisa respon spektrum digunakan.

Sebenarnya jika digunakan analisa seismic dengan linear time history semua jadi lebih clear. Akan jelas tower mana yang bergerak ke mana dan adakah kemungkinan masing – masing bergerak dalam fase yang berbeda, serta ajaibnya, bisa dilihat langsung responnya lewat animasi seperti melihat film di bioskop. Namun semuanya jadi “kacau” ketika analisis pada frekuensi domain, yang tadinya jelas mendadak menjadi tidak jelas.

Kalau dilakukan analisis dengan respon spektrum, jika mau dilihat deformasi akibat gempa kedua bangunan bergerak kearah yang sama, sekilas terlihat baik – baik saja, namun jika dilihat gaya – gaya yang terjadi di podium lantai teratas, mendadak ada gaya tarik besar di balok – baloknya, apa ini ?, bukannya struktur tower bergerak ke arah yang sama ?, lalu mengapa ada gaya tarik yang tinggi ?.

Read the rest of this entry »

Tambahan Kekakuan Lateral Untuk Portal Baja Akibat Dari Aksi Komposit Balok

Posted on Updated on

Dalam desain struktur baja, kekakuan adalah hal yang sangat penting. Tidak jarang kasus dimana kekakuan lebih control dalam desain dibandingkan aspek kekuatan. Misal kasusnya adalah momen frame yang menerima gaya lateral. Nilai drift kadang menjadi aspek yang paling berpengaruh terhadap besarnya section yang digunakan. Memang bukanlah hal yang ideal untuk menahan gaya lateral hanya melalui aksi lentur balok kolom, akan sangat lebih efektif jika menggunakan bracing atau wall.

Sebenarnya ada kebiasaan di design office untuk mengabaikan pengaruh penambahan kekakuan pada momen frame akibat aksi komposit dengan slab beton, terutama untuk kasus balok utama baik akibat gaya lateral maupun gravitasi. Untuk deformasi gravity load pada balok anak, hal ini bisa dengan mudah dilakukan karena distribusi gaya yang seragam menyebabkan semua momen menghasilkan gaya tekan di pelat komposit, sehingga pelat komposit menerima gaya tekan dan efektif menambah kekakuan. Untuk balok utama yang menghasilkan momen negative di tumpuan akibat kombinasi beban gravity dan lateral load, menyebabkan sebagian panjang bentang di tumpuan menerima momen negative dan menyebabkan pelat komposit tidak efektif lagi menyumbang kekakuan akibat terkena gaya tarik.

Read the rest of this entry »

Lateral Torsional Buckling (LTB) Untuk Struktur Dengan Pengaku Lateral Menerus di flange Atas

Posted on Updated on

Di software analisis Etabs, untuk analisis komposit secara default software hanya akan mendefinisikan untuk balok yang hanya memiliki momen positif, atau dalam hal ini balok anak (sambungan sendi – sendi). Untuk balok utama yang sambungannya jepit, maka akan timbul momen negative dimana compression akan terjadi pada bottom flange. Nah, masalahnya bottom flange tidak di restraint arah lateral, sehingga masih memungkinkan terjadi lateral torsional buckling.

AISC tidak menjelaskan dengan baik masalah ini, secara default momen negative di tumpuan tersebut akan dibandingkan dengan kapasitas balok biasa tanpa top restraint dengan LB dari kolom ke balok anak atau kolom ke kolom.

Read the rest of this entry »

PPT Tentang Analisis Bukling dengan FEM dan Deformasi Jangka Panjang Pelat 2 Arah

Posted on Updated on

Dulu di kantor lama insinyur sering diminta untuk presentasi topik – topik tertentu, kebetulan tadi tidak sengaja bongkar2 file lama ketemu 2 presentasi yang pernah saya berikan. Beberapa tidak ketemu, mungkin ketinggalan di kantor lama.

Topik presentasinya tentang deformasi jangka panjang untuk pelat dua arah dan juga kolom bukling dengan FEM (Eigen Buckling & Geometric Nonlinearity). Semoga bermamfaat.

Download :

PPT 1 : DEFORMASI PELAT 2 ARAH – Pengaruh Dari Restraint Cracking dan Construction Load (https://www.academia.edu/11569811/PPT_DEFORMASI_PELAT_2_ARAH_-_Pengaruh_Dari_Restraint_Cracking_dan_Construction_Load)

PPT 2 : Nonlinearitas Geometri Pada Kolom (https://www.academia.edu/11569659/PPT_Analysis_Nonlinearitas_Geometri_Pada_Kolom_dengan_FEM)

Antara Peraturan dan Pendapat Seorang Insinyur

Posted on Updated on

Umumnya semakin baru publikasi, entah itu buku, journal, dan atau peraturan – peraturan, maka selayaknya sudah lebih mencantumkan pengetahuan yang berdasarkan referensi yang update. Namun kadang – kadang kita juga dapat menemukan sesuatu yang rasanya aneh.

Tidak terkecuali di spesialisasi desain struktur bangunan, pengetahuan yang berkembang umumnya lebih sering berdasarkan analitikal (baik itu eksak atau numeric), untuk perkembangannya berdasarkan percobaan laboratorium, biasanya masih dalam objek yang diskala kecilkan atau bagian member saja. Selain itu, tingginya variabilitas dari hal – hal yang tidak diketahui menyebabkan uji experiment langsung dan sangat actual, misalnya observasi bangunan post earthquake sangat terbatas.

Ini menyebabkan insinyur bangunan umumnya mengembangkan pengetahuan lain yaitu berdasarkan engineering judgment, nah masalahnya engineering judgment ini tidak selalu universal. Insinyur A dapat saja berpikir sangat berbeda dengan Insinyur B, terutama untuk kasus – kasus yang mulai spesifik.

Read the rest of this entry »

Mengapa Respon Spektrum Itu Boros dan Seharusnya Mulai Ditinggalkan ?

Posted on Updated on

(minor revision : 01/04/2015)

Pada perencanaan elemen struktur, insinyur perencana bangunan menggunakan terminologi desain yaitu Capacity Ratio, yang merupakan suatu rasio antara beban yang terjadi dan kapasitas beban yang mampu ditahan elemen struktur. Untuk elemen yang menahan kombinasi gaya aksial dan momen, kedua nilai saling terkait dan biasa ditulis dengan persamaan :

PMM

(Sumber : Ed Wilson Book)

Read the rest of this entry »