Apakah Untuk Beban Transient Kapasitas Pondasi Bisa Naik 33% ?

Posted on Updated on

Ini terkait SNI pembebanan terbaru yang mengacu kepada ASCE 7-10. Di sana tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa boleh ada peningkatan kapasitas pondasi jika beban yang terjadi adalah beban transient, yaitu beban yang sangat berubah – ubah terhadap waktu, misalnya beban gempa dan angin. Nah apakah masih relevan meningkatkan kapasitas pondasi 33% untuk beban ini ?

Jawabannya adalah tidak, di IBC 2012 Section 1806.1 sebenarnya sudah dijelaskan, dimana peningkatan kapasitas 33% itu cuma diperbolekan jika kombinasi pembebanan yang digunakan adalah kombinasi pembebanan alternatif di IBC 2012 Section 1605.3.2 khusus untuk beban gempa dan angin saja, bukan kombinasi pembebanan utama IBC yang mirip dengan kombinasi pembebanan ASCE 7-10. Kira – kira penampakan kombinasi alternatif IBC yaitu :

Load Comb Alternative

Kalau dilihat dari beban diatas, beban gempa ada faktor 1/1.4 yang kira – kira setara dengan koefisien di kombinasi ASD ASCE 7-10 yaitu 0.7, dimana maksud dari faktor ini adalah untuk men-konversi beban gempa ultimate ke kondisi service.

Peningkatan kekuatan pondasi sebesar 33% diperbolehkan bila digunakan kombinasi alternatif adalah karena kombinasi ini belum mempertimbangkan kecilnya kemungkinan akan dua atau lebih beban variabel terjadi kondisi maksimum pada saat yang bersamaan. Contohnya adalah jika beban Live Load dan beban Gempa (equation 16-21) ada dalam satu kombinasi, adalah kecil kemungkinan terjadi beban maksimum pada saat yang bersamaan pada kedua beban tersebut. Harap dicatat bahwa disini beban Dead Load bukan termasuk beban yang variabel atau berubah – ubah terhadap waktu.

Kalau kita lihat di kombinasi pembebanan ASCE 7-10, kombinasi pembebanan nomor 6a dan 6b terlihat ada koefisien 0.75 , nah sebenarnya koefisien inilah yang dipakai untuk mempertimbangkan pengaruh beban – beban variabel tersebut, jadi nilai 0.75 didapat dari 1/1.33 . Itulah sebabnya baik ASCE 7-10 dan IBC 2012 melarang peningkatan kekuatan 33% untuk kombinasi ini karena sudah dipertimbangkan pada koefisien 0.75 tersebut.

Lalu apakah artinya SNI baru lebih boros dari SNI lama ?, perlu diketahui bahwa pada kombinasi pembebanan pondasi dulu kita masih menggunakan nilai 1 E dan bukan 0.7 E, namun memang ini tidak sebanding jika kapasitas naik 33%.

Sebenarnya menurut penulis masalahnya ada di nilai SF yang kita gunakan, rasanya jika pondasi sudah di tes dengan uji pembebanan skala penuh, nilai SF tidak perlu masih 2.5 karena nilai ini dirasa masih terlalu tinggi. Sekedar pembanding, di FEMA 750 jika digunakan metode LRFD untuk desain pondasi, faktor reduksi untuk prototype pondasi yang telah di test skala penuh adalah 1.0 untuk tanah cohesive dan 0.9 untuk tanah cohesionless.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s