Pengaruh Higher Mode Pada Gaya Geser Shearwall

Posted on Updated on

Hal ini sebenarnya sudah banyak dibicarakan dan dianalisis dengan baik, yaitu pengaruh dari aksi nonlinearitas shearwall pada mode – mode awal, sementara higher mode belum mengalami nonlinearitas, sehingga memicu penurunan resultan gaya geser ke bawah dan memperbesar nilainya. Pembesaran nilai gaya geser ini didekati dengan nilai amplifikasi gaya geser (ω), setahu saya nilai ini didapat dari analisis NLTH pada simple kantilever shearwall pada beberapa variabel model.

Nilai ω didapat dari persamaan ω = (0.9 + N/10) untuk bangunan sampai 6 lantai dan ω = (1.3 +N/30) ≤ 1.8 untuk bangunan lebih dari 6 lantai, dimana N adalah jumlah lantai. Sementara itu jika dilakukan analisis dinamik nilainya tidak perlu diambil lebih besar dari ω = (1.2 + N/50).

Peraturan amplifikasi ini diatur pada SEAOC (2008) dan New Zeland Code NZS 3101-2006. Sementara ACI 318 dan ASCE 7-10 tidak mensyaratkan amplifikasi tersebut. Nah sekarang pertanyaannya perlukah kita memperbesar gaya geser gempa pada shearwall ?

Jawabannya tidak terlalu diperlukan, namun jika dilakukan lebih baik. Komite ACI dan ASCE bukannya tidak tahu mengenai fenomena peningkatan gaya geser ini, tapi mereka tidak memasukkannya karena setidaknya ada dua faktor.

Pertama, kapasitas gaya geser shearwall dengan menggunakan ACI 318-11 persamaan 21-7 sudah sangat konservatif. Kalau dilihat dari persamaan tersebut, kapasitas gaya geser shearwall hanya merupakan fungsi dari dimensi, kuat tekan tekan beton, dan tulangan. Rasionalnya pasti ada pengaruh dari nilai gaya tekan terhadap kapasitas geser di shearwall. Jika dibandingkan dengan peraturan NZS 3101-2006 yang mewajibkan amplifikasi gaya geser, pengaruh gaya tekan terhadap gaya geser di NZS 3101-2006 masih dipertimbangkan bahkan kontribusinya mencapai 25 % dari gaya tekan pada shearwall.

Kedua, kegagalan geser pada shearwall bukan berarti “dunia kiamat”, atau artinya bangunan anda langsung rubuh tipe sandwich (pelat atas bertemu pelat bawah). Pengalaman dari gempa – gempa sebelumnya terhadap bangunan dengan shearwall yang mengalami gagal geser menunjukkan bahwa walaupun beton pecah sebagian berbentuk garis horizontal, shearwall masih cukup kokoh terutama untuk menahan gaya gravitasi. Ini membuktikan bahwa penggunaan shearwall memang memberikan tingkat kehandalan terhadap kegagalan pada bangunan.

Selain itu perlu diketahui bahwa ACI secara eksplisit memperbolehkan shearwall untuk gagal geser sebelum lentur, hal ini diterangkan pada pasal 9.3.4 dimana jika tidak dilakukan capacity design pada gaya geser terhadap lentur, maka nilai reduction factor yang kita gunakan yaitu hanya sebesar 0.6, hal ini disebabkan oleh apa yang saya jelaskan sebelumnya.

Dari kedua alasan tersebutlah setidaknya menjadi acuan pada komite ACI dan ASCE untuk tidak mewajibkan amplifikasi gaya geser ini.

Sebenarnya saya pernah membaca artikel atau buku yang membahas mengenai masalah ini, nanti jika saya temukan kembali akan saya update pada artikel ini.

Screenshot_11

Reference : ————————————————————–

Versi PDF : https://www.academia.edu/11410046/Pengaruh_Higher_Mode_Pada_Gaya_Geser_Shearwall

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s