Month: February 2015

Apakah Untuk Beban Transient Kapasitas Pondasi Bisa Naik 33% ?

Posted on Updated on

Ini terkait SNI pembebanan terbaru yang mengacu kepada ASCE 7-10. Di sana tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa boleh ada peningkatan kapasitas pondasi jika beban yang terjadi adalah beban transient, yaitu beban yang sangat berubah – ubah terhadap waktu, misalnya beban gempa dan angin. Nah apakah masih relevan meningkatkan kapasitas pondasi 33% untuk beban ini ?

Jawabannya adalah tidak, di IBC 2012 Section 1806.1 sebenarnya sudah dijelaskan, dimana peningkatan kapasitas 33% itu cuma diperbolekan jika kombinasi pembebanan yang digunakan adalah kombinasi pembebanan alternatif di IBC 2012 Section 1605.3.2 khusus untuk beban gempa dan angin saja, bukan kombinasi pembebanan utama IBC yang mirip dengan kombinasi pembebanan ASCE 7-10. Kira – kira penampakan kombinasi alternatif IBC yaitu :

Load Comb Alternative

Read the rest of this entry »

Advertisements

Pengaruh Higher Mode Pada Gaya Geser Shearwall

Posted on Updated on

Hal ini sebenarnya sudah banyak dibicarakan dan dianalisis dengan baik, yaitu pengaruh dari aksi nonlinearitas shearwall pada mode – mode awal, sementara higher mode belum mengalami nonlinearitas, sehingga memicu penurunan resultan gaya geser ke bawah dan memperbesar nilainya. Pembesaran nilai gaya geser ini didekati dengan nilai amplifikasi gaya geser (ω), setahu saya nilai ini didapat dari analisis NLTH pada simple kantilever shearwall pada beberapa variabel model.

Nilai ω didapat dari persamaan ω = (0.9 + N/10) untuk bangunan sampai 6 lantai dan ω = (1.3 +N/30) ≤ 1.8 untuk bangunan lebih dari 6 lantai, dimana N adalah jumlah lantai. Sementara itu jika dilakukan analisis dinamik nilainya tidak perlu diambil lebih besar dari ω = (1.2 + N/50). Read the rest of this entry »

Komentar mengenai analisa Performanced-Based Design

Posted on Updated on

Analisa struktur dengan Performance-Based Design (PBD) terlihat cukup ramai dibahas dalam beberapa pertemuan ilmiah akhir – akhir ini. Sayangnya, saya melihat bahwa ada kecenderungan rekan2 yang langsung menelan mentah – mentah mengenai apa yang dibicarakan pembicara yang membahas mengenai analisa PBD tersebut. Disini saya akan mencoba memberikan sedikit komentar mengenai analisis ini sekedar untuk menambah wawasan kita, agar kita dapat memutuskan kapan kira – kira apa yang disampaikan pembicara mengenai hal ini dapat mengerutkan dahi (rasanya aneh) dan kapan kita angguk – angguk (merasa apa yang disampaikan sesuai pemikiran kita).

Perkembangan Analisa Nonlinear Pada Struktur

Kalau mau dilihat perkembangan analisa PBD, rasanya pertama kali berkembang dan maju itu di daerah asia terutama Jepang dan China. Semakin masifnya pembangunan tinggi di sana membuat mereka mempertanyakan metode konvensional, baik dari sisi safety maupun ekonomis. Harap diingat bahwa safety dan ekonomis tidak selalu berbanding lurus, memperbesar section atau memperbanyak tulangan tidak otomatis membuat struktur menjadi aman. Read the rest of this entry »

Publikasi ACI

Posted on Updated on

Berikut beberapa publikasi ACI, beberapa ada yang baru. Bagi yang minat buat dibaca silakan, bagi yang ingin menyimpan buat koleksi juga okay 😀

_________________________________________________________________________

Judul : ACI 314R-11 – Guide to Simplified Design for Reinforced Concrete Buildings

Untitled2 Read the rest of this entry »

Benarkah Bangunan Tinggi Lebih Rawan Rubuh Saat Gempa ?

Posted on Updated on

Tampaknya insinyur sekarang sudah mulai punya penyakit yang mirip dengan politikus, yaitu gemar memberikan pernyataan kontroversial. Hal yang baru – baru ini saya dengar adalah insinyur struktur yang dengan mudahnya mengeluarkan statement bahwa bangunan di Ibukota akan banyak yang rubuh jika terjadi gempa. Saya sebenarnya kurang tahu apa yang dimaksudkan dengan “bangunan di Ibukota” ini, namun jika yang dimaksud adalah bangunan tinggi, rasanya pertanyaannya perlu dipertanyakan.

Bangunan yang rubuh akibat gempa adalah tipe kerusakan struktur yang paling parah. Hal ini sangat dihindarkan karena dapat menyebabkan kehilangan jiwa yang tinggi. Contoh bangunan rubuh akibat gempa dapat ditunjukkan oleh gambar – gambar berikut :

GAMBAR 1

GAMBAR 3 Read the rest of this entry »