Modal Analysis dengan Mempertimbangkan Geometric Stiffness (P-Delta)

Posted on Updated on

Dalam perencanaan struktur terhadap beban gempa, sudah menjadi kebiasaan di design office untuk menggunakan metode respon spektrum dibandingkan dengan statik equivalen. Selain mudah diaplikasikan dengan program komputer, analisis dengan metode respon spektrum juga lebih bisa diterima untuk tipe – tipe struktur yang memiliki irregularitas. Berbeda dengan saudara pendahulunya analisis statik equivalen yang memiliki batasan – batasan penggunaan.

Untuk menghitung gaya – gaya gempa dengan metode respon spektrum, insinyur harus terlebih dahulu melakukan analisa modal untuk mendapatkan parameter dinamik struktur dalam frequensi domain. Nah di perhitungan parameter modal tersebut, modal sway (translasi sumbu x dan y) menjadi parameter penting.

Pada tulisan ini saya tidak ingin membahas mengenai analisis modal atau metode respon spektrum lebih dalam, hal tentang itu bisa ditemukan di banyak textbook, namun pada tulisan ini saya hanya ingin menunjukkan fitur terbaru dari software ETABS 2013, yang ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Modal Case

Gambar diatas merupakan jendela pilihan pada modal case data. Yang menarik adalah adanya pilihan P-Delta/Nonlinear Stiffness dimana bisa dipilih apakah Use Present P-Delta Settings atau Use Nonlinear Case. Menurut saya, developer ETABS membuat keputusan agar dalam perhitungan modal properties pada struktur minimal harus menggunakan stiffness struktur yang sudah mempertimbangkan geometric stiffness (P-Delta). Efek dari penggunaan stiffness yang sudah mempertimbangkan geometric stiffness adalah penurunan besaran stiffness, dikarenakan umumnya geometric stiffness bersifat negatif terhadap stiffness struktur (tentu untuk kasus tertentu justru bisa positif). Yang paling berdampak dari pengurangan kekakuan struktur adalah meningkatnya periode getar.

Selain itu, jika insinyur juga ingin mempertimbangkan pengurangan stiffness akibat nonlinear material juga bisa di lakukan dengan opsi ini. Tentu analisa modal parameter struktur akan menjadi lebih akurat dengan mempertimbangkan geometric stiffness dan/atau material stiffness, setidaknya dengan asumsi ekuivalen linear stiffness.

– Ryan R. Setiadi, ST

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s