Pengecekan Peraturan Gempa ASCE 7-10

Posted on Updated on

(note: tulisan yang dicoret artinya sudah superseded, lihat catatan * di akhir tulisan)

1. Buat Respon Spectrum Curve (ASCE 7-10 Chapter 11)

2. Tentukan Nilai R, Cd, dan Rho, jangan lupa lihat batasan ketinggian (Table 12.12-1 ASCE 7-10)

3. Jika ada podium, apakah bisa pakai two stages analysis (ASCE 7-10 12.2.3.2)

4. Diagram Flexibility, biasanya cuma rigid atau semi rigid (ASCE 7-10 12.3.1)

5. Irregularitas dan finaltinya, lihat tabel dibawah (ASCE 7-10 12.3.2)

Vertikal IrregularitasHorizontal IrregularitasRemedial MesureSumber : Steffie Tumilar-Prosedur Analisis Struktur Beton akibat Gempa menurut SNI 03-1726-2010 (http://haki.or.id/images/publikasi/Prosedur%20Analisis%20Struktur%20Beton%20akibat%20Gempa%20menurut%20SNI%2003-1726-2010-BW.zip)

6. Redudancy apakah 1.0 atau 1.3, usahakan 1.0 kecuali bangunan kena extreme torsional irregularity. lihat flowchart bawah atau ASCE 7-10 12.3.4

Nehrp 2009 Figure C12.3-3Sumber : FEMA 750

7. Tentukan load combination, masukkan pengaruh gempa vertikal (ASCE 12.4.2.2), pengaruh Redudancy, dan faktor kuat lebih. Khusus kombinasi faktor kuat lebih untuk digunakan pada elemen kritikal seperti balok transfer.

8. Tentukan effective Seismic Weight, semua DL (SW+SIDL+ FAÇADE) dan beban PARTISI harus dimasukkan. Khusus untuk Live Load cuma dipakai 25% storage room dan semua mesin permanen yang beroperasi (ASCE 12.7.2)

9. Struktur harus dimodelkan sebagai berikut :

9.a. Untuk beton, saat service menggunakan inersia modifier: Balok T M33=0.5, Balok Persegi M33=1, Kolom M33 dan M22=1, Shearwall F22=1, Pelat tidak perlu. saat ultimate menggunakan inersia modifier: Balok T M33=0.35, Balok Persegi M33=0.7, Kolom M33 dan M22=0.7, Shearwall F22=0.8 (lihat tulisan penulis yang lain), Pelat tidak perlu. Kondisi service untuk wind tunnel, kondisi ultimate untuk pengaruh dari P-Delta, pengecekan drift, dan perhitungan periode getar.

9.b. Untuk baja harus assign panel zone dan rigid offset, atau tidak perlu rigid offset dan jangan assign panel zone. Tidak ada perbedaan untuk kondisi service dan ultimate.

10. Direction of loading apakah perlu Orthogonal Combination Procedure, Orthogonal Combination Procedure dibutuhkan jika Seismic Design Category C, D, E, dan F (ASCE 12.5)

11. Analisa respon spektrum harus diskala dengan 85% base shear statik ekuivalen namun tidak boleh kurang dari 1 (ASCE 12.9.4.1)

12. Scaling of drifts dari respon spektrum tidak diperlukan jika S1<0.6 (ASCE 12.9.4.2)

13. Distribusi gaya horizontal dari respon spektrum harus mempertimbangkan accidental eccentricity (5%) tanpa perlu pakai amplification torsion (ASCE 12.9.5)

14. Drift maksimum harus dicek pada table 12.12.-1 dimana khusus untuk momen frame nilai maksimum drift-nya harus dibagi redundancy factor untuk kategori seismic D sampai F (ASCE 12.12.1.1)

  1. Cek maksimum koefisien stabilitas (equation 12.8-17 ASCE 7-10)

– Metode penulisan sudah disesuaikan dengan urutan ASCE 7-10

* Modifikasi 10-12-2014: Pemodelan struktur untuk design pada struktur beton harus menggunakan inersia modifier ultimate ACI 318-11 chapter 10.10.4.1

* Beberapa modifikasi (07-04-2015) untuk sumber dan keterangan lainnya

Download versi pdf :

(https://www.academia.edu/11828273/Pengecekan_Peraturan_Gempa_ASCE_7-10)

Advertisements

One thought on “Pengecekan Peraturan Gempa ASCE 7-10

    Abdul aziz said:
    10/04/2014 at 5:46 AM

    Makasi bnyak yan 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s