Reduksi Dimensi Kolom, Saving Cost di Net Area

Posted on Updated on

Capture

(Gambar pekerja yang mempersiapkan tulangan kolom yang sangat besar)

Dengan makin mahalnya nett area dan valuable space untuk premium kondomium atau office pada bangunan tinggi, anda butuh struktur engineer yang juga memikirkan hal tersebut. Misal-nya untuk kasus bangunan yang sangat mahal, nett area menjadi penting. Jika ada insinyur konsultan yang mengatakan bahwa penggunaan beton bertulang dengan kolom sekitar 1-2% tulangan adalah ekonomis, anda perlu berpikir kembali karena yang dipikirkan oleh insinyur tersebut hanya dari segi struktur. Read the rest of this entry »

Advertisements

Mutu Baja Profil FY > 240 Mpa, perlukah ?

Posted on Updated on

Kalau insinyur sering membaca textbook import, atau membaca artikel/jurnal dari luar, kita akan sering melihat penggunaan baja mutu tinggi profil FY > 240 Mpa, sementara itu di Indonesia umumnya masih mengikuti standard JIS dimana untuk pelat < 16 mm mutunya FY 240 Mpa (atau lebih tepatnya FY = 245 Mpa). Pertanyaannya apakah perlu mutu tinggi untuk baja profil ? Read the rest of this entry »

Kisah Kolom slender dan ETABS (part 2)

Posted on

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Kisah Kolom slender dan ETABS , saya melanjutkan untuk menunjukkan efek tulangan kepada faktor amplifikasi momen non-sway.

Kasusnya adalah berikut :

Capture

Read the rest of this entry »

Toleransi konstruksi di Beton

Posted on Updated on

SNI Beton 2847-2013 mengatur mengenai toleransi dari tinggi efektif dari struktur dimana untuk nilai d<= 200 mm toleransi sebesar +-10 mm dan untuk d>200 mm toleransi sebesar +-13 mm, namun saya yakin pasti insinyur struktur tidak ada yang mempertimbangkan ini dalam desain, alasannya “This is how I was taught. This is how I have taught it. This is how I have always done it”. Read the rest of this entry »

Kisah Kolom slender dan ETABS

Posted on Updated on

Catatan : penulis di tulisan ini tidak menceritakan panjang lebar soal kolom slender dan cara desainnya, penulis berasumsi pembaca sudah tahu soal itu)

Ditengah banyaknya tulisan – tulisan atau ceramah dari ahli – ahli struktur yang cenderung mengarah ke makin konservatifnya desain, maka tulisan saya kali ini ingin membahas soal optimalisasi dari desain, terutama soal kolom slender. Read the rest of this entry »

Analisis Linear Elastik, Design Inelastik

Posted on Updated on

capture

Besarnya bending momen dan gaya lainnya pada struktur saat kondisi ultimate untuk beberapa beban kombinasi, pada praktiknya dilakukan menggunakan analisis linear elastik. Section dari member di desain untuk memiliki kapasitas ultimate yang paling tidak sama dengan bending momen dan gaya lainnya yang didapat dari analisis tersebut. Metode ini di rekomendasikan oleh ACI 318 dan peraturan negara – negara lain. ACI code juga merekomendasikan nilai reduksi bending stiffness, ataupun memperbolehkan insinyur untuk menggunakan nilai asumsinya sendiri asalkan nilainya konsisten dengan hasil analisis.

Memang hal ini terdengar sedikit kurang rasional. Jika section di desain dengan metode kekuatan, dimana sifat inelastik dari beton dan baja diperhitungkan, namun input besarnya bending momen dan gaya lainnya didapat dari analisis linear elastik, yaitu sifat inelastik justru tidak diperhitungkan. Read the rest of this entry »

Rasionalisasi dibalik inersia T-Beam

Posted on

Pada balok nonprestress yang dibuat monolit dengan slab, maka modelisasi matematik struktur harus mempertimbangkan pengaruh penambahan kekakuan akibat dari flange pada balok T (T-Beam). Hal ini diatur dalam code ACI 318-14 yaitu :

t-beam Read the rest of this entry »