Fluid Viscous Damper (FVD)

Posted on

Damper

Semisal ada bangunan yang ditarik ujungnya sampai deformasi katakanlah 10 mm, lalu gaya tersebut dilepas, maka bangunan tersebut akan bergerak mengayun maju – mundur dengan amplitude deformasi tertentu yang semakin lama amplitude-nya semakin mengecil dan akhirnya bangunan kembali pada posisi diam. Para insinyur percaya bahwa pergerakan bangunan yang berayun tersebut kembali menjadi diam akibat adanya damping pada bangunan. Damping pada bangunan tersebut dikategorikan sebagai intrinsic damping atau natural damping yang besarannya sangat bergantung kepada jenis materal struktur, besarnya amplitude getaran yang terjadi, komponen nonstructural, dan lainnya (baca https://bit.ly/2qSwBLw) Read the rest of this entry »

Advertisements

Redistribusi Gaya Momen Balok

Posted on Updated on

Tulangan Balok

Gambar Penulangan Balok dari Proyek Konstruksi (Sumber Google)

Dalam desain balok beton, aspek yang perlu ditinjau selain kekuatan dan performa kondisi service, yang tidak kalah penting lainnya adalah kemudahan pekerjaan. Namun karena berbedanya besaran dan lokasi beban, serta berbedanya kondisi restrained dari balok menerus, terkadang membuat insinyur memperbanyak tipe – tipe penulangan balok yang membuat banyaknya tipe tulangan dalam satu lantai. Bahkan menurut pengalaman penulis, dalam satu lantai terkadang bisa sampai lebih dari 50 tipe tulangan balok. Read the rest of this entry »

Problem di Periode Getar Pendekatan ASCE 7-10

Posted on Updated on

Brace

Problemnya ada di kasus konstruksi baja tahan gempa. Bisa di lihat berikut rumus periode getar pendekatan yaitu :

ta

Read the rest of this entry »

KOLOM REBAR RATIO 1% = HEMAT ???

Posted on Updated on

9-16-14-elliott-rebar-close-up1

Alkisah ada diskusi antara insinyur di kantor konsultan struktur. Salah satu insinyur tersebut meminta rekannya membantu meng-check estimasi dimensi kolom yang tadinya telah di-hitung manual agar dimodelkan di software struktur dan diverifikasi.

Insinyiur A: Bagaimana hasilnya ?, berapa nilai stress ratio dari dimensi dan tulangan yang saya kasih ?

Insinyur B: Untuk lantai GF, kolom di interior besar 800×800 tulangan 12D32, rebar ratio sekitar 1.5%, stress rasio 0.76 , masih okay

Insinyiur A: Coba dikurangi dimensi jadi 700×700 dengan tulangan sama 12D32, berapa jadi stress rasionya ? Read the rest of this entry »

Reduksi Dimensi Kolom, Saving Cost di Net Area

Posted on Updated on

Capture

(Gambar pekerja yang mempersiapkan tulangan kolom yang sangat besar)

Dengan makin mahalnya nett area dan valuable space untuk premium kondomium atau office pada bangunan tinggi, anda butuh struktur engineer yang juga memikirkan hal tersebut. Misal-nya untuk kasus bangunan yang sangat mahal, nett area menjadi penting. Jika ada insinyur konsultan yang mengatakan bahwa penggunaan beton bertulang dengan kolom sekitar 1-2% tulangan adalah ekonomis, anda perlu berpikir kembali karena yang dipikirkan oleh insinyur tersebut hanya dari segi struktur. Read the rest of this entry »

Mutu Baja Profil FY > 240 Mpa, perlukah ?

Posted on Updated on

baja

Kalau insinyur sering membaca textbook import, atau membaca artikel/jurnal dari luar, kita akan sering melihat penggunaan baja mutu tinggi profil FY > 240 Mpa, sementara itu di Indonesia umumnya masih mengikuti standard JIS dimana untuk pelat < 16 mm mutunya FY 240 Mpa (atau lebih tepatnya FY = 245 Mpa). Pertanyaannya apakah perlu mutu tinggi untuk baja profil ? Read the rest of this entry »

Kisah Kolom slender dan ETABS (part 2)

Posted on

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Kisah Kolom slender dan ETABS , saya melanjutkan untuk menunjukkan efek tulangan kepada faktor amplifikasi momen non-sway.

Kasusnya adalah berikut :

Capture

Read the rest of this entry »